Fenomena hijrah belakangan menjadi tren yang cukup bergema di kalangan anak muda, ternyata ini bukan sekedar tren, melainkan sebuah semangat bersama untuk menjadikan diri lebih baik dari sebelumnya.

Semangat tersebut bukan hanya populer di kalangan anak muda saja, melainkan sampai ke kalangan artis tanah air.

Sebut saja Komunitas Kajian Musawarah, sebuah komunitas yang menjadi wadah untuk para artis hijrah yang ingin memperdalam ilmu agama dan saling berbagi semangat agar tetap istiqamah di jalan hijrah.

Alhamdulillah pada 15 Februari 2020 lalu, artis hijrah yang tergabung dalam Komunitas Kajian Musawarah berkunjung ke Syaamil Quran untuk Wisata Quran dan melihat langsung proses produksi Mushaf Al-Qur’an.

Beberapa artis yang hadir adalah Dimas Seto, Dhini Aminarti, Vebby Palwinta, Putri Syahnit Angellica, Marcella Simon, Dion JT, Ricky Perdana, Shinta Rizky Auliya, Fauzi Zaviyar Rachmat (Takaeda), Rista Ferina, Kaysan Nawfal, Dony Amaldi, Soraya Larasati, Ade Setiawan, Rizki Syabruddin, Ridho Syafaruddin, Jada Shafiqa, Mario Irwinsyah, Ratu Anandita, Novandrian, Dini Ratnasari Choirunnisa, Natta Wardah, Reza Aditya, dan Cuping Topan.

Wisata Quran

Setibanya di Syaamil Quran, rekan-rekan artis hijrah mendapat sambutan hangat dari jajaran manajemen dan direksi Syaamil Quran, walaupun kondisi sedang hujan, sama sekali tidak menyurutkan semangat mereka untuk melihat proses produksi Al-Qur’an.

Sebelum berkeliling ke tempat produksi, rekan-rekan artis hijrah diperkenalkan dengan budaya dan visi misi Syaamil Quran, yaitu “Membumikan Al-Qur’an dan Menghidupkan Shirah”.

Maka dari itu, rekan-rekan artis hijrah diajak untuk belajar menulis Al-Qur’an supaya kecintaan terhadap Al-Qur’an semakin tinggi, kegiatan ini menggunakan Mushaf Tulis terbitan Syaamil Quran, sebuah mushaf yang dirancang khusus untuk latihan menulis Quran.

Setelah acara di ruangan selesai, tiba saatnya mereka berkeliling ke tempat-tempat penting yang menjadi alur pencetakan Mushaf Al-Qur’an.

Dimulai dari ruangan kreatif, tempat penyusunan naskah, desain cover sampai quality control setiap huruf yang akan dicetak, semuanya dilakukan dengan teliti oleh mereka yang sudah profesional.

Tempat berikutnya adalah pabrik atau ruang produksi.

Di tempat ini, rekan-rekan artis bisa melihat langsung proses produksi Mushaf Al-Qur’an dari pemotongan bahan kertas hingga pengemasan.

Di sini juga dikenalkan bagaimana Syaamil Quran sangat menjaga adab setiap kali mencetak mushaf, salah satu adabnya adalah menjaga wudhu, karena yang kita cetak adalah sesuatu yang suci, sehingga kita pun harus dalam keadaan suci.

Berikut beberapa adab lainnya:

  1. Membaca basmalah sebelum bekerja, dan hamdalah setelah selesai bekerja.
  2. Berhati-hati agar produk atau bahan Al-Quran yang sudah dicetak (termasuk yang rejct/rusak) tidak berserakan di lantai.
  3. Tidak menginjak atau menduduki produk atau bahan Al Quran yang sudah dicetak (termasuk yang reject/rusak).
  4. Menyimpan produk atau bahan Al Quran yang sudah dicetak di tempat di tempat yang telah ditentukan. Dan memisahkan produk reject untuk kemudian dihancurkan.
  5. Memperlakukan produk Al Quran dengan baik dan hati-hati.

Semoga dengan kunjungan Wisata Quran ini bisa menambah rasa cinta kita terhadap Al-Qur’an dan menumbuhkan semangat untuk terus mensyiarkan Al-Qur’an.

Para artis sudah berkunjung ke Syaamil Quran, sahabat kapan?

Info lengkap terkait kunjungan bisa cek melalui link berikut: https://www.syaamilquran.com/wisataquran/