fbpx

Patahkan Mitos Susahnya Jadi Hafidh, Inilah Metode Menghafal Al-Qur’an Tanpa Menghafal

Syaamil Quran bersama Rumah Syaamil Quran Cianjur dan Cimahi, menyelenggarakan pelatihan “Menghafalkan Al Qur’an Tanpa Menghafal”. Pelatihan ini diikuti oleh Masyarakat umum, pada Sabtu 28 Agustus 2021 pukul 09.00 Wib, secara online.

Photo Mushaf Tikrar

Menghafalkan Al Qur’an Tanpa Menghafal ini dikenal dengan nama metode tikrar. Metodi ini diterbitkan oleh Syaamil Quran yang berkantor pusat di Bandung. Metode tikrar adalah bentuk sistematis dari cara menghafal Al Qur’an paling tua dan yang paling banyak diamalkan oleh para huffazh dari dulu hingga sekarang. Metode ini menekankan proses pengulangan sebanyak 40 kali.

“Kunci dalam ikhtiar menghafal Qur’an yaitu sabar dan istiqomah.” ujar pembicara pelatihan Ustadz M. Nur Hidayat di hadapan para peserta zoom.

Menurutnya, anggapan bahwa menghafal Qur’an itu susah adalah mitos belaka. Asal memilik niat kuat, teknik menghafal yang tepat dan pendamping yang bagus, menghafal Qur’an mudah untuk dilakukan.

Dia mengimbau, hendaknya seorang muslim bersedia menghafal Quran. Karena para hafidh Quran akan memperoleh banyak keuntungan. Penghafal Al Qur’an berkedudukan tinggi di akhirat, senantiasa bersama malaikat, tidak dibakar oleh api neraka, serta menjadi keluarga dan orang terdekat Allah. “Mau menjadi keluarga Allah?” tanya Ustadz Nur Hidayat kepada para peserta pelatihan. “Siap,” jawab para peserta dengan serempak.

Al Quran Tikrar memang mushaf  yang diperuntukan khusus untuk hafalan dengan metode pengulangan (Tikrar) yaitu metode yang sistematis dan bisa juga digunakan untUk menghafal secara mandiri dan untuk segala usia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *