Syaamil Quran

Ust. Yusuf Mansur: Menghafal Al Quran harus Berulang-ulang

Saat launching Miracle e-Pen the Guidance, di Masjid Istiqlal, Jakarta, beberapa waktu lalu, Ustaz Yusuf Mansur pernah mengatakan, untuk menghafal Al Quran, tidak bisa dilakukan dalam waktu sebentar. Tapi harus berulang-ulang.

Hal itu pula yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengikuti Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 4 yang berlangsung di Gelora Bung Karno (GBK) Sabtu, 30 Maret 2013.

Irfan Abdul Aziz, misalnya. Remaja berusia 16 tahun ini belajar menghafal Al Quran saat kelas tiga SMP di Pondok Pesantren Hamalatul Quran, Tasikmalaya. Setiap pagi, ia diharuskan menyetor hafalan sebanyak satu halaman. Setoran tersebut kemudian diulang  pada sore harinya, dan malam harinya persiapan untuk setoran hafalan di pagi berikutnya. “Setelah hafal, harus mengulang satu hari satu juz,” ujarnya.

Kemudian Takhsinul Khuluq, anak berusia enam tahun, yang hadir dalam Wisuda Akbar Indonesia Menghafal 4 di GBK setelah menghafal surat An Naba yang terdiri dari 40 ayat. Menurut penuturan sang ayah, Ichsan Sarwo Ciptono, anaknya itu membutuhkan waktu sekira empat bulan untuk belajar menghafal surat An Naba. Anak kelas satu SD Islam Terpadu di Banyumas itu belajar hafalan An Naba di  rumah dan dalam dua bulan terakhir, hafalan Takhsin dibantu oleh Miracle e-Pen the Reference, terbitan Syaamil Quran, yang menyertakan pena elektronik atau e-Pen yang memandu cara membaca Al Quran dengan baik dan benar.

“Saya membeli (Miracle the Reference) dua bulan lalu sebagai persiapan anak saya untuk ikutan Wisuda Akbar ini. Saya melihat ada potensi. Untuk menghafalnya, ada alat bantu ini (e-Pen),” tutur Ichsan.

Sementara itu  Naufal Dafa Firdaus (8 tahun), anak kelas 4 SDN Pejuang 7 Medan Satria Bekasi, juga menghafal Al Quran secara berangsur-angsur. Naufal mengaku memulai hafalan Al Quran sejak di kelas 3 SD. Secara rutin, setiap sore, ia belajar mengaji di masjid dekat rumahnya di Bekasi dan dibimbing oleh guru mengajinya. Untuk mengikuti Wisuda Akbar, anak bungsu dari lima bersaudara itu mengaku menghafalnya dalam waktu singkat, “Cuma tiga hari,” katanya.

Di Wisuda Akbar tersebut, Naufal masuk tidak melalui rombongan, tetapi melalui jalur perorangan. Naufal mengikuti setoran hafalan An Naba langsung di lokasi, di depan para penguji. Setelah selesai, Naufal diberi sertifikat yang berisi penilaian penguji atas hafalan yang disampaikannya. Ia diantar oleh ayah dan guru mengajinya. Guru mengajinya ikut juga menyetor hafalan di acara tersebut. Selain Naufal, ada juga peserta lainnya yang mengikuti tes hafalan, langsung di hadapan penguji. Pesertanya anak-anak hingga orang tua.

Memang tidak mudah untuk menghafal Alquran. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk melakukannya. Salah satunya dengan metode One Day One Ayat, seperti yang disampaikan oleh Ustaz Yusuf Mansur. Dengan niat yang kuat yang upaya yang terus-menerus, insya Allah, kita bisa menjadi salah seorang penghafal Al Quran.

***

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *