Setiap doa memiliki syarat-syarat untuk ijabahnya. Salah satunya adalah melakukan amal-amal yang dicintai Allah Swt. Seorang ahli doa sangat memahami bahwa Allah Swt. akan menolong dan mempermudah urusan seorang hamba yang suka menolong, mempermudah urusan saudaranya dan senang berbagi. Boleh jadi, inilah salah satu kunci terpenting sekaligus prasyarat terkabulnya doa-doa.
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang menolong kesusahan seorang Muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan meringankan bebannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang Muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama ia suka menolong saudaranya.” (HR Bukhari)
Artinya, semakin gemar kita menolong orang lain, akan semakin mudah pula doa kita dikabulkan, semakin terbuka pula pintu-pintu pertolongan Allah kepada kita. Sebaliknya, semakin sering kita mempersulit orang lain, mengabaikan dan tidak menghormati hak-haknya, ijabahnya doa akan semakin jauh dari kita.
Seorang ahli doa pun akan senang mendoakan kebaikan bagi orang lain tanpa diketahui oleh orang yang didoakan. Hatinya tulus, bersih, tidak ada kedengkian dan kedendaman. Yang ada dalam dirinya hanyalah keinginan agar orang lain itu mendapat kebaikan sebagaimana dirinya mendapat kebaikan. Dengan banyak mendoakan orang, niscaya doa-doanya akan cepat ijabah. Bukankah ketika seseorang mendoakan kebaikan bagi saudaranya, malaikat pun mendoakan hal yang sama bagi dirinya?
Maimun bin Mihran Al Jazari mengatakan, “Barangsiapa yang memintakan ampun untuk orang Mukmin laki-laki dan perempuan pada setiap hari 27 kali, ia termasuk golongan orang-orang yang dikabulkan doanya dan orang yang dikaruniai rezeki yang besar. Ia adalah orang yang memiliki sifat para wali Allah.”
(sumber Tauhid Nur Azhar & Sulaiman Abdurrahim. 114 Kisah Nyata Doa-Doa Terkabul. Arkanleema. 2009)
]]>
