Syaamil Quran

Orang yang Bangkrut Menurut Rasulullah

penyesalansyaamilquran.com – Suatu hari Rasulullah saw. berkumpul dengan para sahabat. Beliau bertanya, “Wahai sahabatku, tahukah kalian, siapa orang yang paling bangkrut?” Ada beragam jawaban yang diungkapkan para sahabat. “Orang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki dirham,” kata sebagian. “Orang bangkrut adalah orang yang banyak utang,” kata sebagian yang lain.

Rasulullah saw. kemudian bersabda sebagai berikut.

“Orang yang bangkrut dari kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (ganjaran) ibadah shalat, puasa, dan zakat. Namun sayang dia pun datang dengan membawa dosa. Dia telah mencaci orang ini, memfitnah orang itu, memakan harta orang ini, mengalirkan darah orang itu, dan memukul orang yang itu. Akhirnya semua kebaikannya diberikan kepada orang yang ini dan orang yang itu. Jika amal kebajikannya sudah habis sebelum dia bisa membayar (kesalahan)-nya, maka kesalahan orang-orang itu yang akan diambil dan ditimpakan kepadanya. Setelah itu dia dilemparkan ke neraka” (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Hadits ini sangat menarik, tidak hanya dari kandungannya tapi juga dari cara penyampaiannya. Rasulullah saw. mengajukan sebuah pertanyaan yang merangsang daya pikir para sahabat. Setelah mereka memutar otak, dan menjawab sesuai kapasitas pengetahuannya, Nabi kemudian memberikan jawabannya.

Melalui hadits ini pula Rasulullah saw. memberitahu para sahabat sebuah definisi baru tentang orang yang bangkrut (mufhlis). Orang bangkrut bukan saja orang yang tidak memiliki harta duniawi saja, atau orang yang banyak utang. Orang yang paling bangkrut adalah orang yang memiliki banyak keburukan dan sedikit amal shalihnya. Jangkauannya tidak lagi sebatas dunia, namun sudah menyentuh akhirat yang notabene bersifat kekal abadi. Jawaban beliau sangat visioner, radikal dan langsung ke intinya.

Sahabat Syaamil, marilah kita upayakan agar kita tidak tergolong orang bangkrut seperti yang disampaikan Rasulullah saw. *** (roni ramdan)

Sumber: Sulaiman Abdurrahim. Agar Para Malaikat Berdoa Untukmu. Arkanleema. 2011.

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *