Syaamil Quran

Pertama Kalinya, Agama Islam Jadi Kurikulum Sekolah Negeri di Jerman

syaamilquran.com – Salah satu negara bagian Hesse, menjadi wilayah pertama yang memasukkan pelajaran agama Islam secara resmi di sekolah-sekolah negeri di Jerman untuk pertama kalinya. Pemerintah negara bagian mengerahkan guru-guru yang telah memperoleh pelatihan dan buku teks khusus sebagai pengajarnya.

Dikutip dari Republika Online, Menteri Pendidikan Negara Bagian Hesse, Nicola Beer mengatakan, semuanya sudah jelas soal perlakuan terhadap Muslim.

“Selama bertahun-tahun kita melakukan kesalahan karena mengasingkan mereka,” kata Beer.

[caption id="attachment_2776" align="aligncenter" width="300"]Pertama Kalinya, Agama Islam Jadi Kurikulum Sekolah Negeri di Jerman Pertama Kalinya, Agama Islam Jadi Kurikulum Sekolah Negeri di Jerman[/caption]

Timur Kumlu, guru kelas satu sekolah dasar di Hesse, mengatakan, siswa Muslim berasal dari latar belakang berbeda-beda. Karena itu, mereka harus dididik agar mempunyai kepribadian baik sebagai Muslim maupun sebagai warga Jerman. Kumlu dan 17 guru lainnya mengacu pada buku teks berisi gambaran Islam sebagai agama damai dan toleran. Ia bersama rekan-rekannya telah menjalani pelatihan selama 240 jam di Universitas Giessen, Hesse.

Motivasi yang membuatnya ingin menjadi guru adalah pengabaiannya tentang Islam saat ia remaja. Saat itu, ia tak tahan dengan prasangka terhadap Islam. “Sekarang, saya ingin menghapus semua prasangka itu,” kata Kumlu. “Mereka harus memperoleh perlakuan sama dengan pemeluk agama lainnya.”

Kumlu mengajar siswa yang merupakan generasi ketiga hingga kelima Jerman. Menurut dia, sudah ada 29 kelas di beberapa distrik dengan penduduk mayoritas imigran mengajarkan agama Islam.

Sebanyak 16 negara bagian di Jerman selama ini menentukan sistem pendidikan secara mandiri. Selama 20 tahun, Muslim berjuang agar ada pelajaran agama Islam di sekolah negeri. Organisasi-organisasi Islam tak lelah mendorong itu di berbagai negara bagian, termasuk Berlin.

Akhirnya, ada kebijakan yang mengizinkan siswa Muslim berhak memperoleh pelajaran agama selama 40 menit per pekan. Hesse spesial karena negara bagian ini mempunyai universitas yang mengajarkan mata kuliah tentang Islam. Mereka juga memberikan pelatihan pada guru-guru yang mengajar agama Islam di sekolah negeri.

Di negara bagian lainnya, Berlin, misalnya, pelajaran agama Islam sudah diajarkan beberapa tahun lalu. Namun, guru-gurunya disediakan oleh organisasi Islam, seperti Islamic Federation. Organisasi ini juga membantu merumuskan kurikulum. Fazil Altin, seorang pengacara dan presiden Islamic Federation, mengatakan, mereka harus melalui jalur pengadilan lebih dulu sebelum akhirnya Pemerintah Berlin mengizinkan pengajaran agama Islam di sekolah negeri. Meski demikian, Pemerintah Berlin tetap mencurigai, apa yang diajarakan adalah indoktrinasi.*** (roni ramdan)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *