Syaamil Quran

Alasan Banyak Ulama Tak Ingin Shalat Malamnya Diketahui Orang Lain

syaamilquran.com – Alasan Banyak Ulama Tak Ingin Shalat Malamnya Diketahui Orang Lain – Shalat malam atau Qiyamulail adalah salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan oleh Allah Swt maupun Rasulullah saw, karena memiliki berbagai keutamaan. Dalam pelaksanaannya banyak ulama yang tidak ingin shalat malamnya diketahui orang lain. Salah satunya adalah Hassan Al Banna. Beliau selalu merahasiakan pelaksanaan shalat malam dari orang lain. Kalau pun suatu waktu beliau bersama seorang teman, ia selalu melaksanakan shalat malam setelah rekannya tersebut tidur.

[caption id="attachment_3381" align="aligncenter" width="400"]Alasan Banyak Ulama Tak Ingin Shalat Malamnya Diketahui Orang Lain Alasan Banyak Ulama Tak Ingin Shalat Malamnya Diketahui Orang Lain[/caption]

Mirip kisah Hasan Al Banna, Abdullah bin Mubarak juga pernah ketahuan secara diam-diam shalat malam dalam waktu yang sangat lama. Saat itu Muhammad bin Al Wazir menemaninya dalam sebuah safar. Muhammad bin Al Wazir yang berbaring istirahat, mungkin dikira telah tidur. Abdullah bin Mubarak pun kemudian mengambil wudhu dan melakukan shalat malam hingga fajar tiba.

Mengapa para ulama merahasiakan shalat malamnya, hingga seakan-akan mereka tak mau orang lain mengetahuinya? Sedikitnya ada tiga alasan yang mendasarinya.

Pertama, menjaga keikhlasan. Mereka menyadari bahwa ketika orang lain melihat ibadah mereka, hal itu bisa menjadi buah bibir yang kadang menjadi godaan untuk tercampuri ujub, riya’ dan sum’ah.

Kedua, dengan merahasiakan shalat malamnya, para ulama dapat berdzikir dan bermunajat kepada Allah dengan berlinang air mata. Kebiasaan ini akan menempatkan mereka pada golongan orang yang mendapat naungan Allah.

“Dan (orang ketujuh yang mendapat naungan Allah ialah) orang yang berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga, shalat sunnah yang dirahasiakan, setara dengan 25 shalat sunnah yang dilihat orang lain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Shalat sunnah seseorang yang tidak dilihat orang lain, setara dengan 25 ganjaran (shalat sunnah) yang dilihat orang lain.” (HR. Abu Ya’la, shahih menurut Al Albani) *** (syaamilquran.com)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *