Syaamil Quran

Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman

syaamilquran.com – Contoh kasus dalam Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman. Budi (4,5 tahun) bersemangat berpuasa bulan Ramadan. Pada hari pertama, dengan sukacita, Budi bangun sahur dan mampu berpuasa sehari penuh. Sementara Rina, kakaknya Budi, dapat halangan (masa haid) sehingga tidak berpuasa selama beberapa hari.

Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman

Masalah terjadi pada hari kedua. Rina tanpa sadar makan minum dengan bebasnya di depan Budi. Budi merengek ingin berbuka puasa pada tengah hari, seperti kakaknya.

Pada saat sahur, anak-anak dapat melaksanakan dengan baik, usahakanlah membangun suasana puasa yang kondusif. Seperti contoh kasus tadi, pelatihan berpuasa gagal karena tidak ada perhatian dari orang tua terhadap anak yang tidak berpuasa.

[caption id="attachment_3482" align="aligncenter" width="300"]Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman[/caption]

Yang harus dilakukan untuk Mengajarkan Anak Berpuasa dengan Nyaman :

  1. Berilah  penjelasan kepada anggota keluarga yang tidak berpuasa (halangan syar’i karena haid, sakit, usia terlalu kecil, atau terlalu tua) untuk berhati-hati makan dan minum di depan anak-anak yang sedang latihan berpuasa.
  2. Jauhkan dan simpanlah makanan dan minuman dari pandangan anak-anak. Hal ini membuat suasana berpuasa nyaman dan terjaga.
  3. Rasa lemas yang dirasakan anak ketika puasa pada siang hari jangan diatasi dengan tidur. Justru dengan tidur, anak akan semakin merasa lemas. Ajaklah anak untuk sedikit bergerak agar simpanan makanan yang ada di otot (glikogen = gula otot)  akan pecah dan memberi tenaga baru bagi anak.
  4. Selama sepuluh hari pertama, anak biasanya masih rewel dan masih harus ditemani. Jika anak rewel, orang tua jangan cemas atau marah. Sadarilah, bahwa menahan lapar dan haus sangat berat bagi balita. Alihkan perhatian dengan berbagai kegiatan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Jika anak mulai menangis minta minum, berikan pengertian dan bujuklah anak untuk berpuasa lagi. Di sepuluh hari kedua, anak biasanya mulai menyesuaikan diri, orang tua dapat lebih tegas untuk tidak membiarkan anak membatalkan puasanya.
  5. Sebaiknya anak jangan tidur sebelum pukul 15.00 karena jika terlalu pagi orang tua menidurkan anak, ia akan terbangun jauh sebelum waktu azan. Hal ini akan sangat merepotkan orang tua. Biasanya, anak rewel dan minta membatalkan puasa. Jika ini terjadi, mandikan anak, bawa anak jalan-jalan ke masjid dengan menggunakan becak (jika masih ada di lingkungan rumah Anda). Kalau perlu, cari becak langganan sehingga pak becak mau bersabar menunggu anak kita melihat-lihat masjid atau pemandangan alam.
  6. Berusahalah menjelaskan kepada guru-guru bahwa anak kita sedang latihan puasa sehingga gurunya maklum dan memberikan dorongan seperlunya.
  7. Siapkan stok cerita dan permainan untuk mengantisipasi keluhan dan rengekan anak yang ingin membatalkan puasanya.
  8. Buatlah jadwal imsakiyah yang khusus dan menarik untuk anak. Kalau perlu, jadwal tersebut dihias khusus oleh anak.
]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *