Syaamil Quran

Kemuliaan Umat Tergantung Kepada Kemuliaan Nabinya

syaamilquran.com – Kemuliaan Umat Tergantung Kepada Kemuliaan Nabinya – TIDAKLAH aneh jika umat Nabi Muhammad saw ini telah mendapatkan kemuliaan dan keutamaan, karena Allah swt telah meninggikan kedudukan nabinya. Dia menjadikannya sebagai pemuka para nabi dan utusan, membawa panji puji-pujian pada hari kiamat, dan diberi keistimewaan melebihi semua rasul. Dia menjadikan semua risalah nya menjadi syariat, dan menjadikan dakwahnya universal untuk semua agama, sebagai firman-Nya : “Dia-Lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan  agama yang benar agar dia menegakannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.” (Qs.Ash-shaff:9)

[caption id="attachment_2262" align="aligncenter" width="438"]Kemuliaan Umat Tergantung Kepada Kemuliaan Nabinya Kemuliaan Umat Tergantung Kepada Kemuliaan Nabinya[/caption]

Rasulullah saw bersabda, “Aku adalah pemuka dari keturunan Adam di hari kiamat namun akau tidak sombong. Pada, hari ini tidak ada seorang Nabi pun, baik itu Adam atau seterusnya melainkan mereka dibawah panjiku. Aku adalah orang pertama yang dibangkitkan dari kubur namun aku tidak berbangga hati.” (HR. Tirmidzi)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, dia berkata, “Orang-orang di antara para sahabat Nabi saw duduk berdzikir. Mereka melihat Nabi keluar dari rumah untuk shalat.” Abdullah berkata, “Tatkala Nabi keluar dari rumah hingga mendekati mereka, beliau mendengar mereka sedang berdzikir. Kemudian beliau mendengarkan mereka berkata.

Sebagian mereka berkata, “Aneh, Allah Tabaraka wa Ta’ala menjadikan kekasih dari mahluk-Nya, yakni menjadikan Ibrahim sebagai kekasih!? Yang lainya berkata, “Adakah yang lebih aneh daripada mengajak Musa berbicara, karena Musa dijebak berdialog dengan Allah! Sebagian lagi berkata, “Adakah yang lebih aneh dari Adam, lantaran Allah memilih kepada mereka, menciptakannya dengan tangan-Nya, meniupkan dari ruh-Nya dan para malakiat bersujud kepadanya!

Kemudian Rasulullah saw mengucapkan salam kepada para sahabatnya dan berkata, “Aku telah mendengarkan percakapan kalian dan keheranan kalian. Sesungguhnya Ibrahim adalah kekasih Allah, itu memang benar. Sesungguhnya Musa adalah penolong Allah, yakni dia diajak berdialog oleh Allah, itu memang benar. Sesungguhnya Isa adalah ruh Allah dan kalimat-Nya, itu memang benar. Dan sesungguhnya Adam yang dipilih Allah, itu pun memang benar. Ingatlah, aku adalah kekasih Allah namun aku tidak sombong, aku adalah pembawa panji puji-pujian pada hari kiamat namun aku tidak sombong, aku adalah orang paling mulia diantara generasi dan akhir di sisi Allah awal namun aku tidak sombong, aku adalah orang yang memberikan syafaat dan diberikan syafaat pada hari kiamat, namun aku tidak sombong, aku adalah orang pertama yang menggerakan pintu surga lalu Allah membukakan untukku, kemudian memasukan orang-orang fakir bersamaku, namun aku tidak sombong.” (HR. Tirmidzi dalam sunahnya. Maka sabda Nabi saw, “Dan aku tidak sombong” adalah aku tidak mengatakan hal itu untuk menyombongkan dan membanggakan diri, melainkan aku mengatakannya untuk mensyukuri nikmat Allah).

Inilah berbagai keutamaan para Nabi dan Utusan, serta kedudukan mereka yang tinggi dan luhur. Maha benar firman Allah.

“Dan sesungguhnya Kami telah mengunggulkan sebagian nabi lainyya dan Kami memberikan Zabur Kepada Daud.” (Qs. Al-Isra:55)

(Penulis: Syekh Muhammad Ali Ash Shabuni. Diterjemahkan oleh Hilman Fauzi & Syaifudin)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *