syaamilquran.com – Menjalankan ibadah puasa Ramadhan termasuk salah satu hukum syari’at yang Allah ta’ala tetapkan kepada orang-orang beriman. Puasa merupakan ibadah yang fokus utamanya adalah pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) sehingga melahirkan individu – individu muslim ini berperan besar dalam mewujudkan kesalehan sosial (shalahul mujtama’)
Ibadah puasa yang di jalankan umat islam sangat berbeda dengan puasanya orang – orang Yahudi dan Nasrani, baik dari segi tujuan maupun praktiknya berbeda. Walaupun puasa sudah ada sebelum islam ,akan tetapi praktiknya berbeda.
Adapun tujuan menyamakan puasa dengan umat sebelum islam, antara lain :
- ibadah puasa mempunyai fungsi pembentukan kesalehan individu dan sosial sebagaimana Allah Ta’ala wajibkan kepada umat sebelum islam;
- untuk memberikan semangat kepada umat islam agar tidak merasa berat dalam menjalankan ibadah puasa;
- memantapkan tekad kaum muslimin untuk menjalankan ibadah puasa sehingga tidak muda berputus asa.
Hikmah dari diwajibkannya ibadah puasa adalah membentuk manusia bertakwa. Adapun yang dimaksud dengan takwa dalam tinjauan syariat adalah menjauhi segala bentuk maksiat atau dosa. Maksiat sendiri mempunyai bentuk.
- maksiat yang bisa di cegah dengan mengubah atau mengelola pikiran sehingga keinginan atau niat untuk bermaksiat,
- maksiat yang rumit sehingga sulit untuk dicegah dengan sekedar menggunakan pemikiran semata. Maksiat jenis ini biasanya berhubungan dengan karakter dasar manusia seperti marah, syahwat,dan sebagainya. Kemaksiatan yang kedua ini dapat dikendalikan dan dinetralkan dengan melakukan puasa (Tafsir At-Tahrir Wat Tanwir, ibnu asyur;Tafsir Al wasith, li syyid At Tanthawi;dan Tafsir Alqur’an Al’adhim,Ibnu Katsir)
Ibadah puasa memliki banyak manfaat, baik ditinjau dari aspek kejiwaan,kesehatan,sosial,terlebih lagi dari aspek spiritual. Berikut ini beberapa manfaat yang akan didapatkan dari ibadah puasa, anatara lain :
- Secara kejiwaan ibadah puasa dapat melatih dan membiasakan sikap sabar, menguatkan kemauan (himmah atau spirit), mengajari bagaimana menguasa diri, sera membentuk ketakwaan yang kokoh dalam diri; poin–poin ini merupakan hikmah puasa yang paing utama;
- Secara sosial ibadah puasa dapat membentuk umat yang berdisiplin, bersatu, cinta, keadlian, dan persamaan, melahirkan persamaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka untuk membuat kebajikan;
- Secara medis dan kesehatan , ibadah puasa dapat menyisihkan tubuh dari racun dan sisa metabolisme tubuh, memperbaiki kinerja organ pencernaan, mengurangi kegemukan, megoptimalkan kinerja system kekebalan tubuh , dan sebagainya;
- Ibadah puasa pun dapat mempersempit jalan-jalan masuknya setan sehingga gejolak nafsu, kemarahan, dan sifat-sifat buruk pada orang yang berpuasa dapat lebih dikendalikan ;
Ini Dia Istimewanya Berpuasa di Bulan Ramadhan[/caption]
[caption id="attachment_4739" align="aligncenter" width="1280"]
Ini Dia Istimewanya Berpuasa di Bulan Ramadhan[/caption]
[caption id="attachment_4740" align="aligncenter" width="1600"]
Ini Dia Istimewanya Berpuasa di Bulan Ramadhan[/caption]
Puasa pun dapat menjadi benteng untuk menghalangi nafsu, syahwat sehingga Nabi SAW. Memerintahkan orang yang belum mampu menikah untuk memperbanyak berpuasa (Lattha’iful Ma’arif,ibnu Rajab)
Rujukan hadist
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. Bersabda,”setiap amal anak adam dilipat gandakan pahalanya. Satu macam kebaikan diberi pahala sepuluh hingga tujuh ratus kali. Allah aza wajala berfirman, ‘selain puasa, karena puasa itu adalah bagi-Ku dan Aku-lah yang akan memberinya pahala. Sebab, dia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku .’ dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika dia berbuka, dan kebahagiaan ketika dia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada wanginya kasturi.”(HR Muslim, No.1945)
Panduan amal
Bagaimanakah cara Rasulullah SAW berpuasa?
- Berniat puasa untuk mencari keridhan-Nya semata (HR Bukhari dan Muslim);
- Rasulullah SAW mengawali puasa Ramadhan setelah melihat hilal dan memngakhirinya ketika melihat hilal lagi. (HR Bukhari Muslim)
- Membiasakan makan sahur (HR Bukhari Muslim)
- Menyegerakan berbuka puasa (HR Bukhari Muslim)
- Mendirikan qiyamul lail (sholat malam) (HR Bukhari)
- Menyibukan diri dengan membaca dan menelaah Al-Qur’an (HR Bukhari Muslim)
- Memperbanyak sedekah (HR BukhariMuslim)
- Melakukan I’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari Muslim)
Doa Ma’tsur
Ada sebuah hadist shahih tentang berbuka puasa. Rasulullah SAW bersabda,
“telah hilanglah dahaga, telah abasahlah kerongkogan, semoga ada pahala yang di tetetapkan.”(Hisnul Muslim)
*Tulisan diatas dikutip dari Syaamil Quran Hijaz The Practice halaman 54
]]>