Wisata Quran Majlis Ta‘lim Konversi Diniyah (MTKD) Panyileukan
Sebanyak 50 ibu-ibu Majlis Ta’lim Konversi Diniyah Panyileukan mengunjungi Syaamil Quran untuk mengikuti Wisata Quran pada tanggal 27 November 2016. Di tengah cuaca yang terik tak menyurutkan semangat para ibu untuk bisa mengenal Al Quran lebih dalam serta melihat proses pembuatannya dari awal hingga akhi. Diakui oleh Ibu Een Suhaniya bahwa tujuan mengikuti wisata quran ini adalah untuk bisa menambah kecintaan terhadap Al Quran. Hal yang unik pada majlis ta’lim ini adalah menerapkan sistem layaknya sekolahan yang berbasis pada belajar mengajar serta penilaian akhir menggunakan UTS dan UAS.
Seperti biasa, Wisata Quran dipandu oleh Dikdik Kurniadi selaku Manager Quran Epicentrum Syaamil Quran. Di sini dipaparkan mengenai sejarah Syaamil Quran serta proses produksinya. Tak hanya itu, dipaparkan pula pentingnya adab dan etika ketika memproduksi Al-Quran yang harus mendapat perlakuan khusus sesuai syariat Islam. Seperti biasa, sebelum berkeliling dilakukan fun games untuk mengakrabkan diri serta membangkitkan semangat. Tak hanya itu, kunjungan ini juga di isi dengan materi berharga mengenai pentingnya mencintai Al Quran serta belajar Al Quran. Hal tak terduga terjadi, peserta terhanyut dalam tangisan haru ketika ditayangkan video Hafidz yang dengan kekurangan fisiknya tetap bisa menghafal dan bersemangat dalam mempelajari Al Quran. Tentunya ini menjadi pelajaran berharga sekaligus tamparan keras bagi kita yang dengan kesempurnaan fisik namun masih belum bisa mempelajari Al Quran sebaik dan semaksimal mungkin.
Tiba saatnya melihat langsung proses produksi Al Quran. Diawali berkeliling ke ruang kreatif, peserta diperlihatkan bagaimana proses pendesainan Quran serta buku-buku islami yang mengalami proses desain sebegitu detail serta rumit demi terciptanya produk yang berkualitas tinggi. Setelah itu, peserta berkeliling ke pabrik produksi melihat proses dimulai pemotongan kertas hingga penjilidan dan pengemasan Syaamil Quran.
Antusiasme para ibu ini tetap terjaga sampai akhir, kunjungan ini juga diikuti dengan gerakan #AyoNgajiTiapHari sebagai upaya untuk menumbuhkan kembali budaya mengaji setiap hari yang sudah semakin ditinggalkan. Semoga wisata Quran ini bisa bermanfaat dan menambah kesadaran serta kecintaan terhadap Al Quran.
]]>

