Ajaran agama secara tegas mengatakan bahwa bagi orang beriman dan banyak amal saleh, kematian itu hanyalah suatu proses metamorfosis untuk memasuki kehidupan yang lebih tinggi kualitasnya. Namun begitu, ibarat orang hendak bepergian atau pindah rumah di lingkungan yang baru, membayangkan saat kematian tiba pasti akan menimbulkan respons sangat emosional. Ada yang mungkin bersemangat, namun umumnya muncul rasa enggan, ragu dan takut. Berat rasanya meninggalkan rumah dunia dengan segala kenangannya. Terlebih, rumah kehidupan masa depan belum pasti seperti apa keadaannya. Dalam suasana ragu, rakut dan tidak menentu, dorongan doa keluarga terdekat dan sikap pasrah kepada Tuhan pemilik rumah masa depan sangat membantu untuk mendapatkan rasa damai.
Siapapun kita, tak akan mampu mengelak dan berkelit untuk memasuki gerbang keabadian. Bila saatnya tiba, semua mesti masuk pesawat kematian untuk meneruskan perjalanan lebih lanjut. Karenanya, pilihan yang malah menyakitkan bila kita memandang kematian sebagai peristiwa yang mengerikan dan menakutkan. Kematian, sebagaimana juga kehidupan adalah anugerah ciptaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kematian untuk menakuti manusia. Kematian dan kehidupan diciptakan untuk mendorong manusia agar semakin banyak tabungan amal salehnya.
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS Al Mulk: 2)
Oleh karena itu, pandanglah kematian dengan penuh kedamaian dan optimisme. Fokuskan perhatian, pikiran dan tenaga kita untuk berkarya dan berkarya. Hidup adalah anugerah untuk dirayakan dengan mempererat persaudaraan dan memperbanyak amal kebajikan.
Tataplah kematian sebagai penyemangat kita melakukan sebanyak mungkin kebaikan. Bayangkan kematian akan terjadi besok. Begitu nasihat nabi ketika memerintah umatnya berkarya untuk kehidupan akhirat. Kemanapun pergi, dimanapun berada, kematian adalah teman yang paling dekat dengan kita.
Sungguh, manusia akan merugi karenanya, kecuali mereka yang berpegang teguh pada tali Allah dan mengisi hari-harinya dengan amal kebajikan. (lihat QS Al Ashr: 2-3)
(dikutip dari Komaruddin Hidayat. Berdamai dengan Kematian. 2009)
]]>

