syaamilquran.com – 8 Tips Mempersiapkan Ramadhan untuk Para Muslimah – Ramadan! Bulan yang diisi dengan keberkahan dan kebahagiaan di setiap tahunnya. Untuk Muslimah, bulan ini bisa menjadi bulan penuh tekanan, permintaan ekstra, dan juga ketegangan. Banyak Muslimah yang memiliki tekanan dan masalah terutama dalam menyiapkan Iftar, mengurus anak, dan juga sekaligus mencari waktu ekstra untuk membaca Qur’an dan melakukan amalan-amalan khusus di bulan Ramadhan. Tentu saja, tekanan dan rasa stress tersebut bisa dikurangi jika kita mulai mempersiapkan Ramadhan dengan 8 tips bermanfaat yang pasti akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan Ramadhan.
[caption id="attachment_2818" align="aligncenter" width="300"]
8 Tips Mempersiapkan Ramadhan untuk Para Muslimah[/caption]
1. Membaca dan mendengarkan cerita inspiratif dari Al-Qur’an
Qur’an memiliki kisah mengenai wanita-wanita mulia yang mendapatkan kesulitan tetapi tetap bersabar dan pada akhirnya mendapatkan pahala dari apa yang ia perbuat. Maryam, ibu dari Nabi Isa, dituduh melakukan tindakan amoral—padahal dia diberkahi dengan memiliki seorang putra yang merupakan salah satu Rasul Allah SAW. Asiya, istri Firaun disiksa oleh suaminya yang kejam, Allah SWT pun memberikannya tempat yang baik di Surga. Ibu Nabi Musa yang merelakan putranya dalam beberapa waktu—Allah SWT mengembalikan putranya dan memberkahi putranya sebagai salah satu Rasul. Melalui kesabaran mereka, Allah SWT memberkahi wanita-wanita ini dengan apa yang lebih baik dari cobaan yang diberikan kepada mereka.
Kisah-kisah yang bisa ditemukan di Al-Qur’an ini tidak hanya dibaca untuk kesenangan semata. Semuanya adalah inspirasi yang dapat membantu kita untuk melalui kesulitan yang ada pada hidup kita. Sebagai persiapan Ramadhan, ambil waktu 15 menit setiap hari untuk membaca dan mendengarkan kisah-kisah wanita luar biasa ini; jika kesulitan dan waktu-waktu stress pada Ramadhan menghampiri, pikiran kita akan diset dengan sesuatu positif sehingga Anda bisa menghadapi kesibukan dengan keberanian dan kesabaran yang dipelajari dari role model yang sudah kita baca di dalam Al-Qur’an.
2. Berdoa ekstra dan menghapalnya
Ingatlah untuk meminta Allah SWT menyelesaikan masalah-masalah kita dan menyembuhkan rasa stress yang ada pada diri kita. Allah lah satu-satunya yang bisa mengontrol segalanya. Pada Surat Mujadilah, Allah memberitahu pada salah seorang sahabiyah melalaui Rasulullah bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui setiap keluhan, dan Allah akan meresponnya kekhawatiran kita sebagaimana mestinya.
“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Mujadila 58:1)
Kita harus selalu ingat bahwa Allah SWT akan membuat kesulitan kita menjadi mudah. Jadi, bacalah doa-doa dengan lebih sering dalam mempersiapkan Ramadhan, dan pada saat bulan Ramadhan, cobalah mengingatnya.
Berdasarkan hadist, Rasulullah SWT bersabda terkait doa untuk menghilangkan stress: “Ya Allah, aku berharap hanya pada rahmat-Mu, jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata, perbaikilah segala urusanku, tiada Rabb Yang berhak disembah selain Engkau.” (Abu Da’wud)
Allah SWT ingin kita hanya berharap pada pertolongan-Nya dan meminta hanya kepada-Nya, jadi jangan ragu untuk meminta seluruh pertolongan hanya kepada-Nya, terutama dalam menghadapi hari-hari stress pada saat Ramadhan.
3. Berusaha untuk lebih sabar
Buatlah usaha yang khusus pada Ramadhan kali ini untuk berusaha lebih sabar dan mulai dari sekarang. Saat kita berupaya untuk sabar, Insya Allah, Allah akan mempermudah urusan kita berkelanjutan.
Nabi Muhammad SAW bersabda, “…dan siapa yang tetap sabar, niscaya Allah akan memberikan kemampuan sabar kepadanya…” (HR Bukhari). Kita sebaiknya menjadikan kesulitan yang kita hadapi di bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk membangun kesabaran kita.
Berikut doa yang dikutip dari Al-Qur’an, kita bisa meminta Allah untuk membantu kita lebih bersabar: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS Al-A’raf 7:126)
Kita semua membutuhkan Allah SWT untuk mengobati kita dan selalu bersama kita dan menjadi bersabar adalah salah satu cara untuk dapat menerima anugrah dari-Nya, Insya Allah. Sayangnya, kesabaran tidak selalu didapatkan dari perilaku natural setiap orang dan kesulitan dalam mencapai kesabaran sangat besar ganjarannya. Pada bulan ini, buatlah catatan singkat di diary terkait situasi di mana kita tidak perlu melatih kesabaran kita atau pada situasi di mana kita bisa lebih mudah menghadapinya. Mengetahui kelemahan-kelemahan kita adalah cara yang efektif untuk mencapai kesabaran jika situasi yang sama terjadi lagi.
4. Mencoba menikmati perut yang kosong
Tidak diragukan lagi, merasa lapar akan membuat kita mudah marah dan mudah menggerutu, tetapi dalam keadaan perut kosong juga bisa membuat kita lebih tenang dan terkendali. Rasa lapar dapat memperlambat kinerja tubuh kita dan membuat kita lebih jarang berbicara. Orang-orang akan lebih sering merenung di kala berpuasa. Walaupun kurang makan akan membuat kita lebih cepat marah, tetapi kita juga akan agak kurang bertenaga sehingga membuat kita lebih terkendali. Kita harus menjadikan keuntungan ini sebagai aspek yang unik selama menghadapi saat-saat ayng sulit, dan berpuasa Senin/Kamis sampai Ramadhan dimulai akan membuat kita lebih siap dalam menghadapi kesulitan fisik pada bulan Ramadhan.
5. Luangkan waktu ekstra untuk anak-anak
Salah satu pengalaman yang paling stress dihadapi oleh para ibu adalah tingkah anak-anak yang agak tidak terkendali. Salah satu cara efektif untuk menangani hal tersebut adalah dengan cara lebih proaktif dan meluangkan waktu dengan anak-anak kita. Pada hari-hari awal di bulan Ramadhan, kita akan sering berpikir untuk melakukan apa pada waktu-waktu ekstra pada saat kita tidak melakukan makan. Waktu-waktu ekstra ini dapat digunakan dengan menyempatkan bermain dengan anak-anak kita.
Kita bisa membacakan cerita-cerita Islami kepada mereka atau menceritakan cerita yang telah kita ingat selama ini. Atau bagaimana dengan bermain Scrabble dan permainan menghibur yang lain? Atau lebih baik, kita bisa mencari secara online pada toko online Islami yang menjual game-game Islami dan bermain juga menghibur mereka dengan ajaran-ajaran agama. Atau dengan cara merancang poster Ramadhan dan menempatkannya di dalam rumah. Ganti rasa stress menjadi sesuatu yang menyenangkan.
6. Buat karya seni atau lakukan hobi-hobi kita
Salah satu cara terbaik untuk merasa baik pada diri kita adalah dengan menjadi lebih kreatif. Membuat sesuatu yang bisa dipakai yang kita ciptakan sendiri dari kerja keras kita akan membuatnya terasa lebih berharga. Kita bisa membuat kerajinan tanah liat atau membuat karangan bunga. Kita juga bisa membuat krosase atau membuat syal untuk Eid. Hal-hal ini dapat mendistraksi pikiran kita dari perasaan-perasaan marah, membuat kita lebih tenang dan merupakan hal yang sangat menarik untuk menjalin hubungan dengan anak-anak kita.
7. Menolong orang lain
Merupakan hal yang jelas secara psikologis jika kita bekerja dengan orang lain yang tertimpa kesulitan, merupakan cara terbaik agar orang merasa bersyukur adalah dengan menolong yang kurang beruntung daripada kita sendiri. Seorang perempuan biasanya melakukan pekerjaan rumah seperti memasak dan mulailah membuat porsi kecil ekstra dan memberikannya kepada tetangga kita yang telah tua. Berkunjunglah ke rumah mereka dan bantulah membersihkan rumah, berbelanja untuk mereka atau memenuhi kebutuhan mereka. Jika kita memiliki kerabat yang kurang beruntung secara financial, siapkan santapan yang enak untuk mereka dan kirimkan ke rumah mereka. Dan masih banyak daftar kegiatan bersedekah yang lain dan tidak butuh waktu yang banyak untuk melakukannya sekali dua kali dalam seminggu. Jika kita memulai aksi tersebut dari sekarang, hal ini akan tertanam di dalam diri kita dan saat Ramadhan tiba, kita akan diberi pahala berlipat ganda pada sedekah yang kita laksanakan.
8. Ingatkan diri kita sendiri bahwa ini adalah bulan yang spesial dan berlalu dengan cepat
Ramadhan hanya terdiri antara 29 atau 30 hari. Menyadari bahwa akan banyak sekali keberkahan pada bulan ini, kita semestinya harus meningkatkan amalan baik kita, membangun kedekatan dengan Allah SWT, dan berharap untuk mendapatkan surga-Nya. Pemikiran untuk memasuki surga di masa mendatang akan mendatangkan kesenangan yang terus menerus sehingga akan mudah menghadapi kesulitan, alasan yang cukup untuk melalui kesulitan pada bulan Ramadhan.
Semoga para Muslimah mendapatkan ketenangan dan keberkahan di Ramadhan tahun ini! (diterjemahkan dari http://productivemuslim.com/the-ultimate-guide-to-prepare-for-ramadan-stress/#more-9504)
]]>