“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad, 47: 7)
Orang-orang beriman yang yakin akan pertolongan Allah tidak pernah kehilangan harapan dan mereka menunggu dengan penuh kegembiraan untuk melihat bagaimana Allah akan menyelesaikan masalah mereka.
Nabi Musa dan kaumnya merupakan contoh dari peristiwa ini. Nabi Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir untuk menyelamatkan diri dari kekejaman Fir’aun. Tetapi, Fir’aun dan bala tentaranya mengejar mereka. Ketika Nabi Musa dan kaumnya, Bani Israil, sampai di lautan, sebagian dari mereka yang imannya lemah merasa ketakutan dan kehilangan harapan, mereka berpikir akan terkejar oleh Fir’aun. Namun, Nabi Musa berkata, “Sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberikan petunjuk kepadaku”(QS Asy-Syu’ara’, 26: 62).
Demikianlah Nabi Musa menunjukkan keimanannya bahwa Allah akan menolong orang-orang yang beriman. Kemudian, Allah mengeringkan air laut sehingga memungkinkan Nabi Musa dan para pengikutnya melintasi lautan untuk menuju ke pantai seberang dengan selamat. Sementara itu, Dia menutup lautan untuk Fir’aun dan bala tentaranya sehingga mereka tenggelam. Orang yang beriman, yang dekat dengan Allah, yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya, dan mengetahui bahwa Dia akan menolong orang-orang yang beriman, akan melihat rahasia-rahasia tersebut ditampakkan dalam setiap saat dalam kehidupannya.
Tentu saja mukjizat seperti air laut yang mengering merupakan ayat-ayat (tanda-tanda) yang ditunjukkan oleh Allah kepada sebagian dari para utusan-Nya. Namun demikian, jika orang-orang yang beriman merenungkan dengan ikhlas, bertafakur tentang ciptaan Allah dan ayat-ayat Al-Qur’an dalam setiap peristiwa, mereka dapat melihat perwujudan dari pertolongan Allah yang menyerupai mukjizat dalam setiap situasi.
(dikutip dari Harun Yahya. Beberapa Rahasia dalam Al-Qur’an, 2004)
]]>