Suatu rahasia yang diungkapkan dalam Al-Qur’an adalah Allah memberikan kepada orang-orang beriman kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang salah. Hal ini disebut sebagai “hikmah”. Hikmah adalah sifat istimewa yang dimiliki orang-orang yang beriman.
Hikmah tidak semakna dengan kecerdasan otak. Akan tetapi, hikmah adalah hasil dari ketakwaan seseorang kepada Allah dan digunakannya hati nurani, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kecerdasan otak. Bisa saja seseorang sangat cerdas otaknya, tetapi ia tidak akan menjadi orang bijak selagi ia tidak bertakwa kepada Allah.
Dengan demikian, hikmah adalah rahmat dari Allah yang dikaruniakan kepada orang-orang yang beriman. Orang-orang yang dijauhkan dari pemahaman seperti itu, bahkan tidak menyadari keadaan mereka. Misalnya, orang-orang yang menganggap bahwa mereka adalah sumber kekuasaan dan kekayaan, lalu menjadi sombong. Sesungguhnya, anggapan dan sikap seperti ini menunjukkan bahwa ia tidak memiliki hikmah. Karena jika memiliki hikmah, ia akan menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang berkuasa, kecuali kehendak Allah.
Kesadaran ini pada akhirnya akan menghasilkan sikap yang rendah hati. Namun, orang seperti ini tidak berpikir bahwa jika Allah menghendaki, semua kekayaannya dapat musnah dalam waktu sekejap. dan semua yang dimilikinya ia tinggalkandi dunia, dan ia akan berada di neraka untuk menerima balasannya.
Semua ini lebih pasti dan lebih nyata daripada apa yang dimiliki seseorang di dunia. Hanya orang-orang beriman yang bertakwa kepada Allah yang memiliki pemahaman seperti ini sehingga mereka tidak tertipu oleh kehidupan dunia. Jika mereka merasa semakin dekat kepada Allah, pemahaman mereka pun meningkat dan mereka menjadi lebih memahami rahasia-rahasia ciptaan Allah.
(dikutip dari Harun Yahya: Beberapa Rahasia dalam Al-Qur’an, 2004)
]]>