Syaamil Quran

Tubuh yang Sehat

Kesehatan jasmani sangat besar pengaruhnya bagi kebahagiaan seseorang. Meskipun orang itu memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi dan ilmu yang banyak, kebahagiaannya akan berkurang jika dia tidak sehat.

Dengan tubuh yang sehat, seorang muslim dapat bekerja, menuntut ilmu dan mengajarkan ilmu, pergi ke masjid dan berdakwah. Dengan demikian, dia menjadi manusia yang bermanfaat. Rasulullah saw. bersabda, “Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Manusia akan memberi manfaat yang banyak apabia dia memiliki tubuh yang sehat. Karena itu, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya, pada tubuhmu ada hak yang harus engkau penuhi.” (HR. Bukhari, Ahmad dan Nasa’i)

Sabda Rasulullah saw. pula “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan Ahmad)

Seorang manusia hendaknya memahami makna kesehatan. Ia harus mampu menggunakannya sebaik-baiknya sebagai bentuk rasa syukur. Jika telah datang sakit, kita tidak bisa lagi melakukan apapun dengan leluasa. Rasulullah bersabda,”Pergunakanlah masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, berdoalah agar Allah Swt. senantiasa memberi nikmat kesehatan kepada kita. Rasulullah saw. bersabda, “Mintalah kamu kepada Allah ampunan dan kesehatan. Sesungguhnya setelah nikmat keimanan, tidak ada nikmat lebih baik yang diberikan kepada seseorang selain nikmat sehat” (HR. Nasa’i)

Rasulullah sendiri adalah orang yang memiliki fisik kuat dan sehat. Kekuatan dan kesehatan fisik Rasulullah memampukan beliau untuk berdakwah kemana-mana sehingga agama Islam dapat menyebar ke segenap penjuru dunia.

Salah satu cara menjaga kesehatan adalah berhati-hati dalam hal makan. Tidak kekurangan dan tidak juga berlebihan. Ketika ada tabib dari Mesir bertanya kepada Rasulullah saw, mengapa tubuh Rasulullah saw. dan para sahabat sehat, Rasulullah saw. menjawab, “Kami adalah suatu kaum yang tidak makan apabila tidak lapar dan kalau makan, kami tidak sampai kenyang”.

(dikutip dari Arifin Ilham & Hasan, 101 Doa Penuntun Hidup Sukses. 2008.)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *