Syaamil Quran

Dampak Bahan Bacaan

bukuuu

syaamilquran.com – Setiap orang pasti ingin maju, bahkan ingin duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan negara maju. Tetapi, bagaimana dan dari mana kita memulainya? Apa faktor utama yang harus kita miliki?

Al Quran menjelaskan, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah a[a uamh ada di dalam diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’d: 11).

Merujuk pada Al Quran, faktor utama dan pertama adalah apa yang terdapat dalam diri manusia, yaitu nilai-nilai yang menjadi pandangan hidup, kehendak dan tekadnya. Apabila nilai itu terbatas di sini dan masa kini, maka terbatas pula kehendak dan usahanya, hingga kini dan disini saja, seperti para nelayan, yang meskipun diberi teknologi canggih untuk menangkap banyak ikan, ternyata tidak bisa membuat mereka maju apalagi menciptakan peradaban, karena sebagian hasilnya digunakan untuk foya-foya. 

Nilai dan pandangan hidup muslim, mengarah kepada satu wujud mutlak yang tidak terbatas, kepada Tuhan yang Mahaesa, ke satu “waktu” yang melampaui batas waktu hidup di dunia ini. Nilai dan pandangan tersebut harus tertancap ke dalam jiwa, antara lain dan terutama, melalui bacaan dan sajian.

Zaki Najib Mahmud, pakar filsafat Mesir kontemporer, mengutip hasil penelitian seorang guru besar di Universitas Harvard mengenai periode kemajuan dan kemunduran sekira 40 negara sepanjang sejarahnya, mengemukakan, salah satu faktor utamanya, menurut sang guru besar, adalah materi bacaan dan sajian yang disuguhkan kepada generasi muda.

Di keempat puluh negara yang ditelitinya itu ditemukan bahwa dua puluh tahun menjelang kemajuan atau kemunduran tersebut, para generasi muda dibekali bacaan yang mengantarkan mereka kepada kemajuan atau kemunduran masyarakatnya.

Mengapa setelah dua puluh tahun? Karena murid-murid itulah, setelah masa tersebut, yang berperan dalam berbagai aktivitas, sedangkan peranan mereka ditentukan oleh bacaan dan sajian yang kemudian membentuk pandangan hidup dan nilai-nilai yang dianut.

Kalau demikian, jangan tunggu dampak bacaan atau tontonan anak-anak kita bagi bangsa dan negara ini, kecuali dua puluh tahun ke depan. Namun, Anda boleh optimis atau optimis, tergantung dari penilaian Anda tentang bacaan dan sajian tersebut. 

(dikutip dari M. Quraish Shihab, Lentera Hati, 1998.)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *