Syaamil Quran

Doa yang Tidak Terkabul

Ada beberapa sebab doa seseorang tidak dikabulkan Allah Swt. Sebab-sebab utamanya adalah:

1.     Orang tersebut banyak dosa

Rasulullah saw. bersabda, “Ada seseorang yang telah bepergian demikian jauh, rambutnya kusut dan badannya penuh debu. Dia mengangkat kedua tangannya ke langit sambil berdoa, ‘Tuhanku, Tuhanku, perkenankan doaku”. Namun, orang tersebut makananya haram, minumannya haram, dan pakaiannya pun haram. Maka, bagaimana mungkin dikabulkan doanya?” (HR Muslim)

 2.   Tidak serius dalam berdoa, karena lemahnya hati

Rasulullah saw. bersabda, “Berdoalah kepada Allah disertai keyakinan penuh bahwa Allah akan memperkenankan. Ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai”. (HR Tirmidzi)

 3.   Memohon sesuatu yang melampaui batas

Maksudnya, berdoa yang tidak pantas bagi dirinya. Misalnya, orang berdoa supaya dapat naik ke langit atau meminta pangkat seperti pangkat nabi. Rasulullah saw. bersabda, “Akan ada suatu kaum yang keterlaluan dalam berdoa. Padahal, cukuplah orang tersebut mengatakan, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang mendekatkan kepadanya, berupa perkataan dan perbuatan; dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan apa-apa yang mendekatkannya, berupa perkataan dan perbuatan’. Selanjutnya, Rasulullah membaca ayat ‘Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al A’raf: 55).

Menurut sebagian ulama, yang termasuk melampaui batas, yaitu orang yang berteriak dalam berdoa atau dengan sengaja memanjangkannya. Jangan berdoa dengan suara keras, karena dikhawatirkan mengubah kekhusukan menjadi kehiruk-pikukan. Lebih baik berdoalah langsung pada pokok permintaan, tidak usah dipanjang-panjangkan atau dibuat seperti puisi karena hal tersebut tidak sesuai dengan sunah. Lebih baik doa itu singkat dan padat.

 4.   Tidak Sabar dalam Berdoa

Rasulullah saw bersabda, “Akan selalu diperkenankan doa seorang hamba Allah selama dia tidak berdoa menyangkut dosa atau pemutusan silaturahmi dan selama dia tidak meminta untuk disegerakan pengabulan doanya”. Lalu ada yang bertanya,”Apa yang dimaksud minta untuk disegerakan?”. Rasulullah menjawab, “Yang berdoa itu berkata, ‘aku telah berdoa dan telah berdoa, tetapi aku tidak melihat bahwa Allah mengabulkan doaku’. Ketika itu, dia menyesal, lalu diapun berhenti berdoa”. (HR Bukhari dan Muslim)

Syaqiq Al Balkhi mengatakan “Pernah Ibrahim bin Adham berjalan di Pasar Basrah. Banyaklah orang mengerumuninya, lalu mengatakan, ‘Hai Abu Ishaq (panggilan Ibrahim bin Adham), sesungguhnya Allah Swt telah berfirman (berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan permohonanmu), sedangkan kami selama ini berdoa, tetapi mengapa Allah Swt tidak memperkenankan juga doa kami?”

Ibrahim menjawab, ‘Hai orang-orang Basrah, telah mati hati kamu sekalian dalam sepuluh perkara. Maka, bagaimanakah akan diperkenankan doamu? Pertama, kamu telah mengenal Allah Swt, tetapi kamu tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, kamu telah membaca Al Quran, tetapi kamu tidak mengamalkannya. Ketiga, kamu mengaku mencintai Rasulullah saw, tetapi kamu meninggalkan sunanya. Keempat, kamu mengakui memuuhi setan, tetapi kamu mematuhinya dan menyetujuinya. Kelima, kamu mengaku ingin masuk surga, tetapi kamu tidak berusaha menuju kesana. Keenam, kamu mengaku ingin selamat dari neraka, tetapi kamu mencampakkan diri kamu sendiri ke dalamnya. Ketujuh, kamu mengatakan bahwa mati adalah benar adanya, tetapi kamu tidak bersiap-siap menghadapinya. Kedelapan, kamu sibuk memikirkan cela saudaramu, tetapi tidak memikirkan celamu sendiri. Kesembilan, kamu telah memakan nikmat dari Tuhanmu, tetapi kamu tidak bersyukur kepada-Nya. Kesepuluh, kamu telah menguburkan orang-orang mati di antara kalian, tetapi kamu tidak mengambil pelajaran dari mereka’” (Hayatul Qulub) 

(dikutip dari M.Arifin Ilham & Hasan. 101 Doa Penuntun Hidup Sukses. 2008.)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *