Syaamil Quran

Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

syaamilquran.com – Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi? – Waktu seringkali menjadi alasan utama yang menyebabkan kita tidak pernah rampung untuk membaca 30 juz Al Quran, bahkan “hanya” juz 30. Terlalu sempit kita memiliki waktu untuk membaca Al Quran, walau hanya setengah jam, sedangkan untuk menonton film di bioskop yang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam, kita mampu melakukannya. Bahkan setelah itu, disambung lagi dengan aktivitas yang menyita waktu cukup banyak. Ah.. tidak adil rasanya. Kita lebih mementingkan urusan duniawi yang sementara daripada ukhrowi yang lebih kekal. Lantas, benarkah waktu yang jadi penyebab kita selalu berhalangan membaca Al Quran, apalagi menghafal?

[caption id="attachment_1900" align="aligncenter" width="428"]Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi? Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?[/caption]

Pendiri pesantren Utrujah, Dr. Sarmini, menyebutkan, kenapa kita sulit untuk membaca bahkan menghafal Al Quran dalam waktu yang lama, karena kita tidak pernah memprioritaskan waktu untuk itu.

“Semua orang diberi waktu yang sama dalam sehari tergantung mana yang kita prioritaskan. Jika memasak adalah prioritas kita, maka waktu kita akan habis hanya dengan membaca resep, mencari resep-resep baru dengan berbagai cara, dan seterusnya. Begitu pula sebaliknya, jika menghafal Al Quran kita jadikan sebagai prioritas utama waktu kita, bahkan mungkin sekalipun ada parabola di rumah, satu bulan juga tidak akan terpakai,” tutur Dr. Sarmini.

Lalu bagaimana dengan urusan mencari nafkah, makan, dan lain-lain yang memang menjadi kebutuhan fitrah kita sebagai manusia. Sekali lagi, itu semua kembali pada apa yang kita prioritaskan.

Jika menghafal adalah prioritas utama kita, maka banyak hal yang memang bisa kita delegasikan kita delegasikan pada yang lain. Misalkan, makan tidak harus memasak sendiri dengan wajib nikmat dan penataan yang sedemikian rupa tapi cukuplah makan sekedar memenuhi hak badan kita. Jika anak juga kita biasakan dengan hal ini, tidak membiasakan anak dengan jajanan berlebihan dalam sehari atau kegiatan sepele yang tidak terlalu berarti, insya Allah anak akan bisa dan terbiasa dengan hal itu pula. Karena mimpi besar kita bukan hanya orang tua yang menjadi hafidz tapi juga keluarga-keluarga penghafal Al Quran.

Begitu pula dengan yang lain, jika memang dengan aktivitas kita yang banyak ada yang bisa kita delegasikan, delegasikanlah dan lebih baik tidak membuatnya jadi prioritas hingga menggeser jatah waktu Anda untuk menghafal Al Quran. Pikirkan kembali setiap kali kita melakukan aktivitas keseharian kita, prioritas keberapakah kegiatan itu dan jagalah jangan sampai menggeser perhatian dan menyita waktu kita untuk menghafal Al Quran.

Sebentar lagi Ramadhan akan kita jalani. Persiapkanlah dari sekarang. Salah satunya dengan membiasakan membaca Al Quran dan menghafalnya, agar pahala amal yang kita terima dapat menjadi bekal untuk meraih kebahagiaan di akhirat nanti. Waktu kita terbatas. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? ***(syaamilquran.com)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *