syaamilquran.com – Orang Munafik pada Hari Kiamat – Allah Ta’ala berfirman, “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. Ayat ini merupakan pemberitahuan dari Allah Ta’ala tentang sesuatu yang bakal terjadi pada Hari Kiamat, pada persidangan Kiamat, berupa peristiwa-peristiwa besar yang sangat menakutkan, dan perkara-perkara yang sangat mengerikan. Pada saat itu, tidak ada seorang pun yang selamat selain orang-orang yang beriman.
[caption id="attachment_2711" align="aligncenter" width="300"]
Orang Munafik pada Hari Kiamat[/caption]
Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika orang-orang berada dalam kegelapan, seketika itu pula Allah Ta’ala mengutus cahaya. Ketika cahaya itu terlihat oleh orang-orang yang beriman, serentak mereka menuju ke arah sana. Cahaya itu menjadi petunjuk dari Allah Ta’ala untuk menuju ke surga. pada saat orang-orang munafik melihat orang-orang beriman bergerak pergi, mereka pun segera ikut serta. Akan tetapi, Allah Ta’ala memberikan kegelapan kepada orang-orang munafik, lalu mereka mengatakan, “Tunggulah kami, agar kami dapat mengambil sebagian dari cahayamu. Karena ketika dulu masih di dunia, kami beserta kamu.” Maka orang-orang beriman mengatakan, “Kembalilah kamu ke belakang,” yaitu ke tempat kegelapan dari mana berasal, “Carilah cahaya di sana.”
“Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu,” yaitu dinding pemisah antara surga dan neraka. Lalu, Dia kembali berfirman, “Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir.” Maksudnya, kalau saja salah seorang di antara orang-orang munafik datang dengan membawa emas sepenuh bumi dan yang sepertinya lagi untuk menebusnya dari siksaan Allah Ta’ala, semua itu tetap saja tidak akan diterima.
“Tempat kamu di neraka,” yaitu akhir kisah perjalanan hidupmu. “Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali,” yaitu tempat yang paling cocok untukmu dan setiap tempat yang ada karena kekufuran dan kebimbangan kamu. (Tafsir Al-Qur’an Al’Adhim, Ibnu Katsir dan Tafsir Al Munir, Wahbah Az Zuhaili)
Bahaya Nifak
Nifak merupakan penyakit hati yang tersembunyi di dalam batin. Dia bisa memenuhi seluruh batin dan hati tanpa disadari. Dia pun tidak bisa diketahui orang lain karena adanya di hati. Dia tersembunyi karena keadaannya yang samar-samar. Seseorang mengira nifak itu bagus, akan tetapi ternyata dapat merusakkan.
Ada dua macam nifak, yaitu nifak besar dan nifak kecil. Nifak besar mengakibatkan kekekalan di dalam neraka dan berasal di lapisan paling bawah. Gambarannya, orang munafik menampakkan iman kepada Allah Ta’ala, para malaikat, kitab, para rasul, dan hari akhirat di hadapan orang-orang Muslim, padahal keimanan itu tidaklah ada di hatinya. Dia tidak mengimani bahwa Allah Ta’ala menurunkkan wahyu kepada manusia yang dijadikan-Nya sebagai rasul, yang memberikan petunjuk, peringatan, dan ancaman.
Allah Ta’ala telah menyibak tabir orang-oarng munafik dan mengungkap rahasia mereka di dalam Al-Qur’an. perkara mereka dijelaskan di hadapan orang lain agar menjadi peringatan. Pada awal QS Al-Baqarah disebutkan tiga macam golongan manusia yang ada di dunia ini, yaitu (1) orang-orang mukmin, (2) orang-orang yang kafir, (3) dan orang-orang munafik. Ada empat aya tentang orang-orang mukmin, dua ayat tentang orang-orang kafir, dan tiga belas ayat tentang orang-orang munafik.
Ayat tentang orang-orang munafik lebih banyak jumlahnya. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah mereka yang cukup banyak dan cobaan yang mereka timbulkan lebih menyeluruh dan membahayakan bagi agama dan para pemeluknay. Cobaan yang harus ditanggung umat Islam sangat berat, karena mereka menisbatkan diri kepada Islam, menunjukkan loyalitas kepada Islam, padahal hakikatnya mereka adalah musuh Islam.
(dikutip dari Al-Qur’an Miracle the Practice)
]]>