Syaamil Quran

Perintah Infak

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS Al-Baqarah 2:195)

syaamilquran.com – Perintah Infak –  Ayat ini menjelaskan tentang kewajiban kaum muslimin untuk berinfak di jalan Allah. Infak berarti memberikan harta benda di jalan-Nya. (fi sabilillah) atau demi kebaikan sosial. Setiap harta yang dibelanjakan dan digunakan dalam kebaikan dan amal saleh, semisal haji dan umrah, belajar mengajar, menyambung tali persaudaraan, memberikan sedekah atau infak untuk keluarga, zakat maupun kifarat termasuk kategori infak sebagaimana disebutkan dalam ayat ini.

we-will-stand-honesty-388x258

Walaupun QS Al-Baqarah, 2: 195 diturunkan dalam konteks peperangan, yaitu perintah infak berjihad atau berperang di jalan Allah, akan tetapi penafsiran akan maknanya dapat diperluas sebagai berikut: pertama, penyadaran akan keharusan berinfak dengan alasan bahwa harta yang ada merupakan titipan dari Allah sehingga sangat layak untuk dibelanjakan di jalan-Nya pula; kedua, anjuran berinfak untuk membela kepentingan agama secara militer, finansial, maupun ekonomi.

Selain memerintahkan berinfak, Allah Ta’ala pun melarang kaum muslimin menjerumuskan diri ke dalam tahlukah, yaitu menjerumuskan diri ke dalam kesusahan; baik kesusahan sandang, pangan dan ekonomi karena menghabiskan semua harta untuk berinfak atau bersedekah.

Perintah berinfak atau bersedekah dan larangan menjerumuskan diri dalam kesusahan diakhiri dengan perintah berbuat ihsan, yaitu membelanjakan atau memberikan harta dengan porsi yang sesuai kebutuhan; tidak pelit akan tetapi tidak terlalu berlebihan. (Mafatihul Ghaib, Fakhruddin Ar Razi dan Tafsir Al Munir, Wahbah Az Zuaili)

Abu Bakar Al Jazairi dalam Aisarut Tafasir menjelaskan bahwa ayat 195 ini merupakan perintah dari Allah Ta’ala kepada orang-orang beriman untuk berinfak dengan harta mereka. Hal ini merupakan sarana berjihad di jalan Allah, baik untuk mempersiapkan sarana berperang maupun untuk membebaskan kaum muslimin yang tengah tertawan. Allah Ta’ala mengecam orang-orang yang tidak mau berjihad dan berinfak di jalan-Nya. Betapa tidak, ketika jihad dan infak ditinggalkan, sebuah umat akan mengalami kerusakan dan akhirnya kehancuran. Ketika orang-orang beriman berpangku tangan dan melalaikan jihad, musuh-musuh Islam akan dengan mudah mengalahkan mereka.

Adapun tahlukah (menjerumuskan diri dalam kerusakan, menurut Abdurrahman As Sa’di dalam tafsirnya, memiliki dua potensi. Pertama, meninggalkan perintah yang berakibat rusaknya badan atau ruh seperti meninggalkan jihad atau infak. Kedua, mengerjakan sesuatu yang dapat mengantarkan manusia pada kerusakan badan atau ruh, seperti bunuh diri, maksiat, putus asa, dan lainnya.

Ketika infak dimaknai sebagai perbuatan yang baik, Allah Ta’ala pun menyuruh pelakunya untuk berlaku ihsan dalm infak tersebut, bahkan dalm setiap aktivitasnya, termasuk berbuat optimal ketika menolong, amar ma’ruf dan nahyi munkar, belajar mengajar, memenuhi kebutuhan manusia, menolong sesama, menjenguk orang sakit, menunjukkan jalan bagi yang tersesat, dan amal-amal saleh lainnya. (Aisarut Tafasir li Kalam Al’Aliy Al Kabir, Abu Bakar Al Jazairi dan Tafsir Al Karim Ar Rahman, Abdurrahman As Sa’di)

  • Panduan Amal

Bagaimana cara menumbuhkan kesadaran untuk berinfak? Ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Mempersiapkan sesuatu yang akan kita infakkan, baik berupa uang, benda, maupun tenaga dengan sebaik-baiknya;
  2. Memberikan harta terbaik yang kita miliki sesuai porsi pendapatan sehingga tidak terjadi permborosan maupun kekikiran;
  3. Meyakini bahwa apa yang kita miliki merupakan harta titipan dari Allah Swt. dan sewaktu-waktu akan diambil oleh pemiliknya;
  4. Menyadari bahwa harta yang kita infakkan akan abadi di sisi Allah;
  5. Memaksakan dan membiasakan diri untuk berinfak, khususnya ketika ada kesempatan yang baik, misalnya pada pagi hari, sehabis shalat, pada bulan Ramadhan, dan sebagainya;
  6. Memohon kepada Allah Ta’ala agar diberi hati yang ikhlas dalam beramal saleh, khususnya dalam berinfak.
]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *