syaamilquran.com – Pada era digital seperti saat ini, penyesuaian terhadap lingkungan perlu dilakukan untuk mengikuti perubahan yang terjadi agar dapat terus bertahan. Demikian pula dengan digitalisasi Al Qur’an, yang kehadirannya dibutuhkan oleh generasi saat ini, yang disebut generasi digital.
“Penduduk asli zaman ini adalah anak-anak kita yang lahir tahun 1990-an, yang mengenal dunia digital jauh lebih advance dari kita sebagai penduduk imigran di masa ini. Mereka bisa langsung praktek bersentuhan dengan dunia digital tanpa harus ada yang mengajari,” demikian disampaikan salah seorang Direktur Bank Syariah Mandiri, Hanawijaya, saat bersilaturahmi ke PT. Sygma Examedia Arkanleema, Rabu (17/7/2013).
Menurut Hana, sebagai penerbit Al Qur’an, ia terkesan dengan upaya Sygma yang sudah memikirkan era digital. Hal tersebut menandakan bahwa Sygma sudah bisa disebut sebagai learning organization.
“Dalam buku manajemen dikatakan, perusahaan itu menjadi adaptif. Jadi yang belajar itu bukan cuma perusahaan, juga orang-orang di dalamnya,” ujar Hana, usai berbincang dengan jajaran Direksi Sygma.
Menurut Hana, mengalihkan Al Quran ke dalam bentuk digital, merupakan salah satu upaya menjaga keutuhan Al Qur’an sesuai aslinya. Selain itu, memudahkan generasi sekarang untuk menghafal, karena cukup dimasukkan filenya ke dalam gadget.
“Dengan memasukkan 30 juz ke dalam gadget anak-anak kita, metode murojaah (mengulang hafalan) bisa mereka lakukan secara fun sekaligus ibadah dan tidak mengganggu aktivitas lainnya.
“Kapasitas otak anak-anak generasi Islam ke depan itu, Qur’an ada di depannya, tetapi, memorinya juga dipakai untuk penaklukan peradaban-peradaban yang lain misalnya, teknologi,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hanawijaya juga mendukung upaya Sygma untuk membuka wisata rohani bagi masyarakat yang ingin mengetahui proses pencetakan Qur’an Syaamil.
“Pemerintah Kota Bandung harus berterima kasih pada Sygma kalau ini bisa terjadi. Karena bisa menjadi alternatif bagi generasi muda untuk mencintai Al Quran dengan melihat langsung proses pembuatan dan yang paling penting dijaga ayat-per ayatnya itu. Saya yakin ini bisa jadi satu value proposition baru buat Kota Bandung, seperti Depok yang punya Masjid Kubah Mas, yang didatangi banyak orang yang akhirnya menimbulkan efek ekonomi,” tutur Hanawijaya.
“Saya doakan visinya bisa Allah mudahkan untuk bisa dicapai, sehingga ada satu perusahaan yang punya visi dan misi secara Qur’ani, sesuai dengan bisnisnya, yaitu disini,” pungkasnya.*** (roni ramdan)
]]>

