Syaamil Quran

Al-Qur'an Menjelaskan Peristiwa-peristiwa Terdahulu

Al-Qur’an adalah kitabullah terakhir dan merupakan wahyu-Nya yang terpelihara. Maka kita wajib menerima Al-Qur’an sebagai petunjuk yang sebenarnya, dan mencermati semua keputusannya. Inilah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di alam nanti. Namun demikian, kita perlu menelaah dengan saksama serta penuh perhatian apa yang diceritakan AlQur’an kepada kita, dan merenungkannya.

Di dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa tujuan utama diwahyukannya Al-Quran tidak lain untuk menyuruh manusia berpikir:

14-52

“(Al-Qur’an) ini adalah penjelasan yang cukup bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan dia, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan YangMaha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”(QS Ibrahim, 14: 52)

Berita-berita tentang kaum terdahulu yang merupakan bagian penting dalam Al-Qur’an, jelas-jelas merupakan hal yang patut kita renungkan. Sebagian besar dari kaum ini mengingkari, bahkan memusuhi para nabi yang diutus kepada mereka. Kelancangan mereka mengundang kemurkaan Allah, dan mereka pun disapu bersih dari muka bumi.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa peristiwa-peristiwa penghancuran ini hendaknya menjadi peringatan bagi generasi berikutnya. Sebagai contoh, langsung setelah penggambaran dari hukuman atas sekelompok orang Yahudi yang menentang Allah, disebutkan dalam Al-Qur’an:

2-66

“Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orangorang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.“(QS. Al-Baqarah: 66)

(dikutip dari Harun Yahya, Jejak Bangsa-bangsa Terdahulu, 2007)

]]>