Syaamil Quran

Amaliah Lain pada Bulan Ramadhan

amalsyaamilquran.com – Selain melaksanakan puasa, banyak amaliah lain yang dapat dilakukan pada bulan Ramadhan, yaitu:

1. Tilawah (membaca) Al Quran

“Ramadhan adalah bulan diturunkanya Al Quran.” (QS Al Baqarah: 185)

“Pada bulan ini malaikat Jibril pernah turun dan menderas Al Quran dengan Rasulullah saw.” (HR Bukhari)

Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika Rasulullah saw. lebih sering membacanya pada bulan Ramadhan. Iman Az Zuhri pernah berkata, “Apabila datang Ramadhan, kegiatan utama kita (selain saum) ialah membaca Al Quran. Hal ini tentu saja dilakukan dengan tetap memerhatikan tajwid dan esensi dasar diturunannya Al Quran untuk ditadabburi, dipahami dan diamalkan (QS. Shad: 29)

2. Ith’am At Tha’am (memberikan makanan dan sedekah lainnya)

Salah satu amaliah Ramadhan Rasulullah saw adalah memberikan ifthar (santapan berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa. “Barang siapa yang memberi ifthar kepada orang-orang yang berpuasa, ia mendapat pahala senilai pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR Tirmidzi dan Nasa’i)

Memberikan makan dan sedekah selama Ramadhan ini bukan hanya untuk keperluan ifthar,juga untuk segala kebajikan. Rasulullah saw. yang dikenal dermawan dan sangat peduli terhadap nasib umat, pada bulan Ramadhan, kedermawanan dan kepeduliannya tampil lebih menonjol. Kesigapan beliau dalam hal ini diibaratkan “lebih cepat daripada angin.” (HR. Bukhari)

 3. Memerhatikan Kesehatan

Agar nilai maksimal ibadah dapat diraih, Rasulullah saw. mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memerhatikan kesehatan, diantaranya dengan melakukan hal-hal berikut:

  1. Menyikat gigi dengan siwak (HR. Bukhari dan Abu Daud)
  2. Berobat dengan bekam (Al Hijamah)  seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim
  3. Memerhatikan penampilan. Seperti yang diwasiatkan Rasulullah saw. kepada Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar ia memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut. (HR Al Haitsami)

4. Memerhatikan Harmoni Keluarga

Sekalipun puasa adalah ibadah yang khusus diperuntukkan bagi Allah Swt Rasulullah saw. justru mensyariatkan agar selama berpuasa umat tidak mengabaikan harmoni dan hak-hak keluarga. Istri-istri beliau, Aisyrah dan Ummu Salamah ra., meriwayatkan, Rasulullah selama bulan Ramadhan tetap memenuhi hak-hak keluarga beliau. Bahkan, ketika Rasulullah saw. berada dalam puncak praktik ibadah saum, yakni iktikaf, harmoni itu tetap terjaga.

 5. Memperhatikan Aktivitas Dakwah dan Sosial

Rasulullah saw. justru menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliah dan aktivitas positif. Beliau juga aktif melakukan dakwah, kegiatan sosial, perjalanan jauh dan jihad. Dalam sembilan kali Ramadhan yang pernah beliau alami beliau melakukan perjalanan ke Badr (tahun 2 Jihriah) Mekah (tahun 8 Hijriah) dan ke Tabuk (tahun 9 Hijriah), mengirimkan enam sariyah (pasukan jihad yang tidak secara langsung beliau pimpin), melaksanakan pernikahan putrinya (Fatimah) dengan Ali bin Abi Thalib ra., menikahi Hafsah dan Zainab ra., meruntuhkan berhala-berhala Arab seperti Lata, Manat dan Suwa’, meruntuhkan Masjid Adh Dhiror, dan sebagainya.

6. Qiyam Ramadhan (Shalat Tarawih)

Salah satu ibadah Rasulullah saw selama Ramadhan adalah shalat Tarawih yang dilakukan bersama para sahabat Saat Rasulullah khawatir akan diwajibkannya shalat tarawih secara berjamaah, akhirnya beliau tidak melakukannya sepanjang Ramadhan (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika Rasulullah saw. shalat tarawih berjamaah bersama sahabat, banyak riwayat menyebutkan bahwa beliau shalat sebelas rakaat dengan bacaan-bacaan yang panjang (HR. Bukhari dan Muslim). Namun, sewaktu kekhawatiran akan diwajibkannya shalat tarawih tidak ada lagi, didapati riwayat-riwayat lain, juga dari Umar bin Khattab, menyebutkan bahwa jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (HR Abdul Rozzaq dan Baihaqi)

Terkait perbedaan rakaat, salah seorang tokoh bidang ilmu hadist, Ibnu Hajar Al Asqolani As Syafi’i mengatakan, “Beberapa riwayat yang sampai kepada kita tentang jumlah rakaat shalat tarawih menyiratkan ragam shalat sesuai keadaan dan kemampuan masing-masing. Terkadang, ia mampu melaksanakan shalat 11 rakaat, terkadang 21 dan terkadang 23 rakaat, bergantung pada semangat dan antusiasme masing-masing. Dahulu, mereka shalat 11 rakaat dengan bacaan yang panjang sehingga mereka bertelekan tongkat penyangga, sedangkan mereka yang shalat 21 atau 23 rakaat, membaca bacaan-bacaan pendek dengan tetap memerhatikan masalah thuma’ninah sehingga tidak menyulitkan mereka.

7. Iktikaf

Iktikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah Swt. Abu Sa’id Al Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah melakukan iktikaf pada awal Ramadhan, pertengahan dan paling sering pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Ibadah yang penting ini sering dianggap berat oleh kaum muslimin sehingga banyak yang tidak melakukannya.

Cara iktikaf:

  1. Setelah shalat subuh lalu masuk ke tempat iktikaf di masjid.
  2. Tidak keluar dari tempat iktikaf, kecuali ada keperluan mendesak
  3. Tidak mencampuri istri di masa iktikaf.

 8. Umrah

Umrah pada bulan Ramadhan juga sangat baik dilaksanakan karena akan didapatkan pahala berlipat-lipat, sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah kepada seorang wanita dari Anshar bernama Ummu Sinan, “Apabila datang bulan Ramadhan, hendaklah ia melakukan umrah, karena nilainya setara dengan haji bersama Rasulullah saw.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Zakat Fitrah

Zakat fitrah dibayarkan pada hari-hari terakhir Ramadhan hingga sebelum shalat idul fitri. Ia merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak. (HR Bukhari dan Muslim)

Zakat Fitrah dibayarkan dengan tujuan menyucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu kaum fakir miskin. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

(sumber: Panduan Aktivitas Ramadhan. Sygma Examedia Arkanleema)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *