syaamilquran.com – Berterimakasih kepada Allah. Allah Swt telah memberikan banyak kenikmatan kepada manusia sebagai bentuk kasih sayang kepada makhluknya. Segala yang ada di alam ini bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya. Mulai dari penciptaan alam semesta dan seisinya, hingga diciptakannya tubuh manusia dengan segala sistem di dalamnya yang bekerja secara teratur sesuai fungsinya masing-masing.
[caption id="attachment_2324" align="aligncenter" width="372"]
Berterimakasih Kepada Allah[/caption]
Sebagai bentuk rasa terima kasih, sudah sepantasnya kita menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt atas segala nikmat yang diberikannya.
Islam mengajarkan penganutnya bagaimana bersikap terhadap Sang Pencipta, sesama manusia, juga terhadap alam. Ajarannya sangat lengkap, tidak hanya bersifat pengetahuan, juga bisa dipraktekkan.
Cara yang bisa dilakukan untuk berterima kasih kepada Allah adalah dengan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan-Nya.
Bersyukur merupakan poros dari agama Islam secara keseluruhan. Itulah sebabnya, mengapa Allah mengawali kitab Alquran dengan Surat Al Fatihah dengan ucapan bersyukur kepada-Nya. “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”? Kenapa?
Bersyukur tidak hanya merupakan esensi dari agama, juga merupakan rahasia dari orang-orang dengan level tertinggi sebagai pernyataan paling dekat terhadap kepemilikan Allah.
Bahkan, rasa syukur merupakan nilai yang sangat penting dalam Islam, yang disampaikan Al Quran kepada kita. Iblis selalu menggoda manusia untuk membelokkan hatinya dari bersyukur:
“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS Al-A`raf [7]:16-17)
“Barangsiapa yang mengharapkan kebaikan dari Allah, hendaklah mendekatkan diri dengan mengingat-Nya dan Allah akan membuat sukses yang bersyukur kepada-Nya.,” tegas salah seorang ulama Islam, Abu Madyan.
Nabi Muhammad juga selalu memulai dan mengakhiri khotbahnya dengan ucapan syukur. Ucapan ini juga menjadi doa penutup setelah orang yang taat masuk surga.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan sebagai bentuk berterima kasih kepada Allah adalah dengan berdoa setelah selesai makan, seperti yang selalu dilakukan oleh Rasulullah saw. Ini benar-benar menarik bagaimana perilaku orang beriman, bahkan dengan berkat sederhana Allah seperti itu dari makanan dan minuman, bisa mengangkat dia ke peringkat yang lebih tinggi.
Anas bin Malik ra menyampaikan bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah benar-benar senang dengan hamba-Nya yang selalu bersyukur kepada-Nya setelah makan dan minum ” (HR Muslim).
Shu’aib Abu Madyan dalam setiap shalat malam yang dilakukannya, selalu menambahkan shalat dua rakaat sebagai rasa syukur setiap selesai makan. Itu dilakukan, karena makanan memberi manfaat langsung terhadap diri kita dan sebagai penghargaan atas berkah makanan yang diberikan. Hal tersebut bisa juga kita lakukan, sesering yang kita bisa.
Menurut cendekiawan muslim, Muhammad bin `Ali Al-Ta’i, hanya Allah yang bisa menolong kita sehingga sudah seharusnya bersyukur kepada-Nya yang telah menciptakan kita dari ketiadaan, menciptakan kita dalam bentuk yang berkembang, menciptakan kita sebagai makhluk dengan posisi tertinggi diantara cpitaan-Nya, menempatkan kita diatas hewan dan tumbuhan. Memilih kita untuk beragama, membuat kita percaya kepada Nabi, membuat kita berada diantara umat Nabi, yang mengikuti Sunnah dan akhirnya membuat kita mampu besyukur kepada-Nya.
Firman Allah berikut mudah-mudahan menjadi pemicu untuk menjadi salah satu dari sedikit orang dari golongan yang terpilih:
“…Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang bersyukur)”. (QS. Saba’, 34:13)
]]>