Syaamil Quran

Cahaya pada Mata yang Tercantum dalam Al-Qur'an

57-28

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian,dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu.Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (QS Al Hadid 57:28)

Kita telah mengamati bagaimana cahaya matahari yang hanya terdiri dari tiga berkas sempit spektrum elektromagnetik sampai kepada kita

  1. Cahaya inframerah, dengan panjang gelombang lebih panjang daripada cahaya tampak dan yang menjaga Bumi tetap hangat.
  2. Sejumlah kecil cahaya ultraviolet, dengan panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya tampak dan salah satu manfaatnya untuk pembentukan vitamin D.
  3. Cahaya tampak, yang memungkinkan penglihatan dan mendukung tumbuhan berfotosintesis.

Keberadaan “cahaya tampak”penting untuk penglihatan biologis di samping untuk proses fotosintesis. Alasannya adalah tidak mungkin bagi mata biologis untuk melihat pita spektrum mana pun di luar spektrum cahaya tampak dan sedikit inframerah dekat.

Untuk menerangkan mengapa harus seperti itu, kita perlu memahami bagaimana proses melihat terjadi. Proses ini dimulai dari partikel cahaya yang disebut “foton”yang melalui pupil mata dan menimpa permukaan retina yang terletak di bagian belakang mata. Retina mengandung sel yang sensitif terhadap cahaya. Sel tersebut begitu sensitif sehingga setiap sel dapat mengenali sekalipun hanya sebuah foton yang menimpa retina. Energi foton mengaktifkan rhodopsin, suatu molekul kompleks yang banyak terkandung dalam sel retina. Selanjutnya, rhodopsin mengaktifkan sel lain. Sel lain tersebut pada gilirannya mengaktifkan sel yang lain lagi. Akhirnya, arus listrik dibangkitkan dan diantarkan ke otak oleh syaraf optik.

Agar sistem ini bekerja, sel retina harus mampu mengenali foton ketika menimpanya. Agar terjadi, foton harus membawa jumlah energi yang sesuai. (Harun Yahya. Penciptaan Alam Semesta, 2004)

]]>

1 thought on “Cahaya pada Mata yang Tercantum dalam Al-Qur'an”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *