syaamilquran.com – Suatu hari, Rasulullah saw pulang dari perjalanan jihad fisabilillah, diiringi para sahabatnya. Di depan pintu gerbang Kota Madinah, istri rasul, Aisyah r.a sudah menunggu dengan penuh rindu.
Akhirnya Rasulullah saw tiba juga ditengah kota Madinah. Aisyah r.a dengan sukacita menyambut kedatangan suami tercinta. Setibanya di rumah, Rasulullah pun beristirahat melepas lelah. Aisyah pun sibuk di dapur menyiapkan minuman untuk sang suami. Lalu, minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah saw. Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut.
Tiba tiba Aisyah berkata “ Yaa Rasulullah, biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku. Tapi, kenapa hari ini tidak kau berikan gelas itu?”.
Rasulullah saw diam dan hendak melanjutkan meminum habis air di gelas itu. Aisyah pun bertanya lagi, ”Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa hari ini tidak kau berikan gelas itu?”
Akhirnya, Rasulullah saw memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu. Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget, terus memuntahkan air itu.
Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat, dicampur dengan garam bukan gula. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah.
Itulah sebagian dari banyaknya kemuliaan akhlak Rasulullah saw. Beliau memaklumi kesalahan yang diperbuat istrinya. Beliau tidak memarahinya atau menasihatinya dengan kasar. Rasulullah saw memberi teladan bahwa akhlak yang mulia bisa kita mulai dari lingkungan terdekat kita.
Sebuah hadits menyebutkan, “ Lelaki yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya kepada istrinya”. Semoga kita diberi taufik untuk bisa meneladani akhlak Rasulullah saw.
Sumer: kisahislami.com
]]>