Syaamil Quran

Dakwah dan Kesabaran

syaamilquran.com – Dakwah dan Kesabaran – Allah Swt. memberitahukan keadaan kaum musyrikin yang mengingkari ba’ats (Hari Kebangkitan), yaitu mereka yang mengatakan, “Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini, demikian pula bapak-bapak kami dahulu. mereka pernah mendengar akan tetapi kami tidak pernah melihat buktinya. ini tidak lain hanya sekedar dongengan orang-orang terdahulu.”

[caption id="attachment_3965" align="aligncenter" width="400"]Dakwah dan Kesabaran Dakwah dan Kesabaran[/caption]

Allah Swt. membantah pernyataan mereka seraya menceritakan kepada Nabi Muhammad saw. akibat dari perbuatan orang-orang yang berdosa, mendustakan, serta kebinasaan yang menimpa mereka. Allah Swt. telah menyelamatkan para rasul-Nya yang mulia dan orang-orang yang bersamanya. keselamatan itu menunjukkan kebenaran akan risalah mereka.

Misi dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. tidak luput dari halangan dan rintangan yang bertubi-tubi, akan tetapi beliau tetap sabar dan tawakal kepada-Nya. Allah Swt. pun menghiburnya seraya berkata, “Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka,” yaitu menyayangkan orang-orang yang mendustakan, “…dan janganlah merasa sempit terhadap apa yang mereka tipu dayakan dan dustakan terhadapmu, karena sesungguhnya Aku akan menolongmu dan meninggikan agamamu.”

Dengan demikian, seorang Muslim tidak boleh berputus asa dalam menegakkan kebenaran walaupun dia ditimpa dengan berbagai ujian dan cobaan. Seorang Muslim pun harus yakin akan janji Allah Swt. bahwa pertolongan dan kemenangan akan berada di pihaknya. (Tafsir Al-Qur’an Al’Adhim, Ibnu Katsir dan Tafsir Al Munir, Wahbah Az Zuhaili).

Urgensi Bersabar dalam Berdakwah

Sabar adalah sikap yang wajib dimiliki oleh seorang da’i. Sabar sendiri memiliki dua makna, yaitu sabar menurut bahasa dan sabar menurut istilah syar’i. Sabar menurut bahasa adalah al habsu (menahan) dan al kappu (mencegah); sementara menurut istilah, sabar terbagi ke dalam tiga bagian, yaitu sabar atas ketaatan terhadap Allah Swt., sabar atas maksiat, dan sabar atas cobaan dan ujian.

Realisasi atas ketaatan adalah menjaga ketaatan dan senantiasa ikhlas dlaam menjalankan ketaatan tersebut. Puncak kesabaran dapat diraih dengan ma’rifatullah dan keyakinan akan adanya balasan yang baik bagi orang-orang yang taat akan perintah-Nya. Adapun sabar atas maksiat adalah sabar untuk berpindah dari kejelekan dan berpaling dari perbuatan maksiat. Adapun sabar atas cobaan dan ujian adalah bersabar dengan meninggalkan marah atas cobaan yang menimpanya.

Seorang da’i hendaknya bersabar dalam menjalankan misi dakwahnya agar tujuannya tercapai. Sikap sabar seorang da’i akan sangat dirasakan dibandingkan yang lain karena kesabarannya berada pada dua sisi. Sisi pertama, sabar dalam memerangi hawa nafsunya untuk senantiasa taat dan mencegah dari perbuatan maksiat; dan sisi kedua, bersabar ketika berdakwah mengajak manusia agar mengikuti ajakannya. (‘Ushulud Da’wah Abdul Karim Zaidan).

Panduan Amal

Pedoman amal dalam merespons tantangan dakwah.

Aktivitas dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara atau metode. Akan tetapi, semuanya harus direncanakan dengan tujuan untuk mencari kebahagiaan hidup atas dasar keridhaan Allah Swt. Dakwah adalah usaha peningkatan pemahaman keagamaan untuk mengubah pandangan hidup, sikap batin, dan perilaku umat yang awalnya tidak sesuai menjadi sesuai dengan tuntunan syariat. Dengan demikian, mereka bisa memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

Dengan demikian, seorang da’i harus mempunyai pemahaman yang mendalam bukan sekedar kemampuan menyampaikan saja, melainkan memenuhi beberapa syarat, antara lain: mencari materi yang cocok, mengetahui psikologis objek dakwah, memilih metode yang representatif, dan menggunakan bahasa yang bijaksana, dan sebagainya.

Untuk mengatasi berbagai persoalan umat yang sangat kompleks, seorang da’i harus profesionalm mampu berpikir strategis, dan proaktif. begitu juga dalam menghadapi sasaran dakwah (mad’u), yang semakin kritis dan tantangan dunia global yang makin kompleks, seorang da’i memerlukan strategi yang mantap sehingga dapat bersaing di tengah derasnya arus informasi yang nyaris tidak ada batasan.

(dikutip dari Al-Qur’an Miracle the Practice)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *