syaamilquran.com – Hati-hatilah dalam Berpikiran dan Berperasaan – Sahabat Syaamil, hati-hatilah dalam berpikiran dan berperasaan, terutama menyangkut hal-hal yang negatif. Karena apa yang kita pikirkan dan rasakan, jika terus menerus dilakukan, akan menjadi kenyataan. Hal tersebut diungkapkan oleh Aisyah Dahlan, dokter yang concern menangani para pecandu narkoba, saat mengisi suatu acara di suatu seminar di Bandung beberapa waktu lalu.
Menurut Aisyah, tubuh kita mengeluarkan gelombang elektromagnetik atau bioplasmik. Cara kerjanya mengikuti tubuh manusia. “Gelombang tersebut akan keluar dan menyebar ke alam semesta, menyebarkan apa yang kita pikiran dan kita rasakan. Maka berhati-hatilah dalam berpikiran dan berperasaan,” ujar Aisyah.
Aisyah menjelaskan, badan bioplasmik memiliki sifat bergelombang, berlapis-lapis. Gelombang tersebut adalah gelombang spiritual yangakan keluar pada saat kita berdoa, berniat dan berprasangka.
“Pada saat memberi pesan doa, niat dan berprasangka, dia akan jalan ke tubuh lewat sistem syaraf tepi dan akan keluar lewat pori-pori dibawa gelombang elektromagnetik. Akan menarik lagi peristiwa, orang-orang, benda-benda, sesuai yang kita pikirkan dan kita rasakan. Ini yang disebut hukum tarik menarik. Makanya setiap agama meminta kita berbaik sangka,” tutur dokter yang pernah berdinas di Rumah Sakit Bhayangkara ini.
Aisyah mengingatkan firman Allah tentang berprasangka, “Allah mengatakan, aku mengikuti prasangka hambaku, karena pada saat berprasangka, keluar prasangka itu lewat gelombang spiritual dan akan menarik peristiwa kejadian sesuatu yang kita prasangkakan. Kalau kita berprasangka anak kita tidak mampu dan biasa-biasa saja atau malas makan, hati-hati. Pesan itu akan jalan dan akan menarik peristiwa yang membuat anak kita tambah malas. Ini yang ada di tubuh manusia dan harus kita pahami,” paparnya.
Aisyah mengungkapkan, gelombang berdoa lebih panjang daripada berniat. Gelombang berniat lebih panjang daripada berprasangka. “Yang paling panjang adalah berdoa dan paling pendek berprasangka. Menurut ahli, setiap manusia 60 ribu kali berprasangka, berdoanya 5 kali. 70 persennya masih berprasangka buruk. Misalnya, ketika melihat awan hitam. Mengatakan hujan. Padahal belum tentu,” tandas Aisyah.
Untuk itu, Aisyah mengingatkan setiap muslim untuk selalu berprasangka baik dan mengucapkan perkataan yang positif. Salah satunya adalah bershalawat kepada nabi.
“Ternyata pada saat bershalawat, cahaya kita keluar membawa shalawat kita, berjumpa cahaya rasulullah, berjumpa nur Muhammad. Walau badan kasat kita belum bertemu rasulullah, badan biokosmik kita senantiasa berjumpa rasulullah pada saat kita bershalawat. Pada saat shalawat itu lengkap untuk kerabat rasulullah, maka cahaya kita berjumpa dengan Bunda Khadijah, Bunda Aisyah dan Fatimah Azzahra. Apabila kta lengkapi lagi, maka akan berjumpa dengan Khulafaur Rasyidin. Rasulullah hafal siapa yang sering shalawat kepadanya. Makanya, ketika di akhir ada yang butuh syafaat, rasulullah tahu persis siapa yang harus diberi dan tidak akan pernah salah.,” pungkasnya.
Karena itu Sahabat Syaamil, mulai sekarang, biasakanlah untuk selalu, berpikir, berkata dan berprasangka baik, agar kita dapat memetik manfaat dari apa yang kita ucapkan dan kita sangkakan. ***(roni ramdan)
]]>