Syaamil Quran

Inilah Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura

Inilah Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura

keutamaan-puasa-asyura-MuadzDotCom-sahabat-belajar-Islam

Hari Asyura adalah hati kesepuluh pada bulan Muharram. Diambil dari kata Asyaroh yang bermakna sepuluh atau puasa di tanggal 10 bulan Muharram. Asyura adalah hari yang mulia. Menyimpan sejarah yang mendalam dan tak bisa dilupakan.

Suatu ketika Sayyidina Ibnu Abbas berkata: “Nabi tiba di Madinah dan dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa Asyura. Nabi bertanya: ‘Puasa apa ini?’ Mereka menjawab: ‘Hari ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kerajaan musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah. Dan kami-pun ikut berpuasa. Nabi berkata: ‘Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian’. Akhirnya Nabi berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.”  (HR Bukhari dan Muslim)

Hari Asyura adalah hari yang mulia, ada keutamaan yang sangat besar di dalam puasa di Hari Asyura. Imam Izzuddin bin Abdus Salam berkata, “Keutamaan waktu dan tempat ada dua bentuk, bentuk pertama adalah besifat duniawi dan bentuk yang kedua adalah bersifat religi. Keutamaan yang bersifat agama adalah kembali pada kemurahan Allah untuk hambanya dengan cara melebihkan pahala bagi yang beramal.

Seperti keutamaan puasa Ramadhan atas seluruh puasa pada bulan yang lain, demikian pula seperti hari Asyura. Keutamaan ini kembali pada kemurahan dan kebaikan Allah bagi para hambanya di dalam waktu dan tempat tersebut. Nabi Saw. bersabda yang artinya, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah (Muharram).”  (HR Muslim)

Di dalam bulan Muharram terdapat anjuran untuk berpuasa di hari Asyura, Rasulullah Saw. bersabda yang artinya, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”  (HR. Muslim)

Kemudian terdapat suatu hadits yang menceritakan bahwa seorang laki-laki datang dan bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pahala puasa hari Asyura. Maka Rasulullah menjawab, “Aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Banyak sekali manfaat dan hikmah yang dapat kita raih bila kita melaksanakan puasa Asyura. Pertama, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah Swt yang telah menyelamatkan hamba-hamba yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun as. bersama Bani Israil dari kejahatan Fir’aun dan bala tentaranya.

Kedua, meneladani Nabi Musa, Harun as. dan Nabi Muhammad Saw. yang berpuasa pada hari Asyura. Ketiga, meneladani para sahabat ra. yang melakukan puasa Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa Asyura.

 Keempat, menghapus dosa setahun yang lalu. Imam an-Nawawi berkata, “Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecil kecuali dosa besar.”  (Majmu’ Syarah al-Muhadzzad, an-Nawawi 6/279)

Dalam praktiknya, ada tiga tingkatan dalam melaksanakan puasa Asyura, sebagaimana yang diungkapkan al-Imam Asy-Syaukani dan al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau mengatakan, “Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke-10 saja, tingkatan kedua puasa di hari ke-9 dan ke-10 dan tingkatan ketiga puasa di hari 9,10, dan 11.”

Semoga Allah Swt memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada kita untuk dapat melaksanakan ibadah Puasa Asyura yang berdasarkan penanggalan kalender di Kemenag InsyaAllah puasa tanggal 9 dan 10 Muharram 1438H jatuh pada hari selasa dan rabu tanggal 11 dan 12 Oktober 2016.

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *