syaamilquran.com
Pada hari Jumat, 19 April 2013, tim Marcomm Sygma berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan pemain Persib Jajang Sukmara di mess Persib. Pemain kelahiran Bandung 18 November 1988 ini sedikit bercerita tentang aktivitas para pemain Persib di Mess.
Ada satu hal yang rutin dilakukan oleh pemain Persib setiap kali akan bertanding. Selain latihan, para pemain yang muslim, melaksanakan shalat maghrib dan Isya berjamaan. Selain itu beberapa kali mengadakan tausiah yang menghadirkan ustadz pada malam sebelum pertandingan dilangsungkan.
“Kebetulan, mayoritas pemain Persib adalah muslim. Ini rutin kami lakukan, terutama sebelum pertandingan,” ujar Jajang Sukmara, yang ditemui tim Marcomm Sygma, di Mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Jumat (19/4/2013).
Menurut Jajang, hal tersebut dilakukan untuk mempererat kebersamaan dan menambah kepercayaan para pemain.
Menurut Jajang, di luar kegiatan rohani yang dilakukannya secara rutin bersama para pemain Persib yang muslim, ia pun selalu menyempatkan untuk membaca Al Quran yang saat itu tampak terlihat di kamarnya, yaitu Quran Fadhilah dari Syaamil Quran.
“Oh, itu dikasih sama istri saya. Saya membacanya di waktu senggang,” kata Jajang.
Ia pun bertambah senang, ketika tim Marcomm Sygma memberinya Miracle the Reference 66 in 1 dan 3 buah buku.
“Terima kasih ya. Saya senang sekali, soalnya suka baca yang seperti ini, biar nambah pengetahuan tentang agama,” ujarnya setelah menerima Miracle the Reference 66 in 1.
Sehari sebelumnya, pemain Persib Abanda Herman menjadi muallaf. Abanda mengatakan, memeluk agama Islam merupakan keinginan sendirinya atas hidayah dari Allah. “Saya sering melihat teman-teman sholat, saya pun tertarik dan ingin mempelajari lagi agama Islam,” ujar Abanda.
Setelah berfoto dengan Jajang Sukmara, tim Marcomm Sygma pun pamitan kepada Jajang Sukmara dan berharap bisa bertemu dengan pemain tim Maung Bandung lainnya di kesempatan berikutnya. (*Ron)
***
]]>
