Anak-anak, khususnya balita, masih dalam proses perkembangan. Supaya diperhatikan, agar pelatihan puasa tidak mengabaikan fakta ini. Pada anak balita, kebutuhannya terhadap gizi dan waktu tidur masih tinggi.
Harus dipahami bahwa kegiatan berpuasa ini adalah sebuah pelatihan, pengondisian, pembiasaan, dan persiapan anak agar akrab dengan aktivitas ibadah. Bukan sesuatu yang lazim sehingga kebijakan yang diterapkan harus fleksibel sesuai dengan kondisi umur, fisik, dan keadaan psikologis anak.
Meski hal ini hanya pelatihan, tetapi hendaknya dilaksanakan sungguh-sungguh. Sehingga, anak-anak merasa bahwa sebuah pekerjaan sesulit apa pun harus dikerjakan secara serius.
Orang tua atau guru harus yakin dan memahaminya terlebih dahulu sebelum mulai melatih anak atau siswanya berpuasa. Mengapa harus melatih sejak dini penting untuk dipahami? Secara psikologis, melatih di usia dini akan mempermudah penyesuaian berpuasa pada masa remaja atau dewasa. Anak usia dini melakukan segala sesuatu hanya untuk menyenangkan orang lain. Ketika anak sudah terbiasa menahan lapar dan haus di usianya yang masih muda, hal ini akan membantunya menjadi kuat pada masa remajanya. Semakin dini usia anak dilatih, semakin mudah penyesuaian dirinya pada masa remajanya. Maksudnya, bantuan orang tua dan guru untuk melatih anak berpuasa di usia dini akan mempermudah anak melakukan ibadah puasa terutama pada masa remaja.
Ada beberapa pendapat mengenai cara melatih puasa yang efektif, misalnya ada yang mengatakan mulai dari menunda sarapan anak, kemudian menjadi setengah hari, baru kemudian satu hari. Ada juga yang mengatakan lebih baik sehari penuh karena definisi puasa adalah menahan lapar dan haus dari mulai matahari terbit sampai terbenam. Saya memang lebih cenderung pendapat yang kedua, tetapi Pak Irwan mungkin yang pertama. Keduanya mengandung risiko, yang penting cari yang paling cocok dengan kondisi fisik dan kepribadian anak.
Menemani anak selama masa pelatihan. Prioritaskanlah kegiatan pelatihan ini dibandingkan kegiatan lain sehingga anak merasa bahwa orang tuanya juga terlibat dalam berpuasa.