Syaamil Quran

Lima Doa Sahih Ketika Ramadan untuk setiap Muslim

syaamilquran.com – Lima Doa Sahih Ketika Ramadan untuk setiap Muslim – Berikut ini akan dijelaskan lima doa yang mudah untuk diingat saat Ramadhan yang berasal dari buku dzikir Imam an Nawawi. Di bawah ini akan dijelaskan Bahasa Arab-nya, transliterasi, arti, dan beberapa komentar yang penting terkait doa-doa berikut.

[caption id="attachment_3317" align="aligncenter" width="300"]Lima Doa Sahih Ketika Ramadan untuk setiap Muslim Lima Doa Sahih Ketika Ramadan untuk setiap Muslim[/caption]

Doa yang diucapkan saat pertama kali melihat hilal Ramadhan.

اللَّهمَّ أَهلَّهُ علينَا بالأمنِ والإيمانِ والسَّلامةِ والإسلامِ ربِّي وربُّكَ اللَّهُ

Transliterasi: Allahumma ahillahu alayna bil-amni wal-īmān was-salaamati wal-islam.  Rabbi wa rabbuka Allāh

Terjemahan : Ya Allah, jadikan ini sebuah permulaan yang penuh dengan keamanan dan keimanan, keamanan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu ialah Allah.

Komentar: Perhatikan bahwasanya doa ini menggabungkan kata keamanan dan keimanan dan seolah dipasangkan seperti kembar. Faktanya, dalam Bahasa Arab, bunyinya terdengar sama (Aman dan Iman), karena kata yang satu disebutkan ke kata yang lain. Begitu pula dengan kata keamanan dan Islam (Sil dan Islam), karena kata di salah satunya disebutkan di kata yang lain. Singkatnya, dua konsep paling penting dalam Islam (Islam dan Iman) merupakan kata-kata yang diambil dari kata keamanan dalam bahasa Arab, Aman dan Silm. Maka dari itu kita meminta semoga Ramadhan ini kita diberikan kedamaian dan keamanan.

Doa yang diucapkan saat berbuka puasa

ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله

Transliteration: Dhahaba adh-Dhama’ wabtallatil-urooq wa thabatal-ajr inshaa’Allāh 

Terjemahan: Telah hilang rasa dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala, Insya Allah.

Komentar: Ingatlah, waktu sehabis berbuka puasa adalah waktu yang paling tepat agar doa-doa kita diijabah. Oleh karena itu kita bisa melanjutkan doa ini dengan doa-doa yang lain yang bisa kita panjatkan.

Doa yang diucapkan jika ada orang yang mencaci maki kita jika kita berpuasa

إني صائمٌ ، إني صائمٌ

Transliterasi: Innee saa’im, innee saa’im

Terjemahan: Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa

Komentar: Imam Nawawi menyebutkan, bahwa kita bisa mengucapkan kata-kata tersebut pada si pencaci dengan kata-kata yang jelas dan bisa didengar, dan berharap si pencaci berhenti mencaci maki kita, atau kita bisa mengucapkannya dalam suara yang pelan sebagai pengingat untuk diri sendiri. Tetapi opini pertama lebih kuat daripada opini kedua.

Doa yang diucapkan setelah berbuka puasa dengan sekelompok orang

أفطر عندكم الصائمون ، وأكل طعامكم الأبرار ، وصلت عليكم الملائكة

Transliterasi: aftara indakum as-saa’imoon, wa akala ta’aamakum al-abraar, wa sallat alaikum al-malaa’ikah

Terjemahan : Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka puasa di tempatmu, dan semoga yang soleh makan dari makananmu, dan semoga para malaikat mendoakanmu.

Doa yang diucapkan saat bertemu Lailatul Qadar

اللَّهمَّ إنَّك عفُوٌّ تُحبُّ العفوَ فاعْفُ عنِّي

Transliterasi: Allahumma innaka afuwwun tuhibbu al-afwa fa’fu anni

Terjemahan: Ya Allah, Engkau yang mengampuni, dan engkau mencintai orang-orang yang memohon ampun pada-Mu, maka ampunkanlah aku.

(diterjemahkan dari http://muslimmatters.org/2013/07/08/five-authentic-ramadan-duas-every-muslim-should-know/) 

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *