Syaamil Quran

Mahasiswa Elektro ini Hafal Quran, Subhanallah

Menjadi seorang mahasiswa yang berprestasi merupakan suatu kebanggan tersendiri, apalagi jika sekaligus menjadi seorang hafidz yang hafal Al-Quran 30 juz. Rizki Mendung Ariefianto, seorang mahasiswa jurusan Teknik Elektro dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) 2015 merupakan salah satu remaja yang berhasil mencatatkan prestasi di bidang pendidikan, keilmiahan, organisasi, dan keagamaan, Rizki Mendung juga merupakan seorang Hafidz Quran.

mahasiswa hafal quran

Padatnya aktivitas dan jadwal kuliah yang padat, tak menghalangi mahasiswa jurusan teknik elektro ini untuk terus meraih impiannya menjadi seorang Hafidz Quran. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, Rizki berhasil menghafal Al-Qur’an 30 juz dan lulus kuliah dengan memperoleh cumlaude dengan IPK 3,5.

Kampus ITS memang kampus yang kental akan dunia teknik dan banyak menyita waktu mahasiswanya. Tapi untuk seorang Rizki Mendung hal ini merupakan cambukan yang keras sebagai penyemangat untuk menuntaskan hafalan 30 juz nya.

“Pikir saya, kalau sudah terlanjur basah, mending mandi sekalian,” ujar Mendung dikutip dari laman resmi ITS.

Pria yang akrab dipanggil Mendung ini menceritakan saat mulai masuk kuliah, ia sudah mengantongi hafalan quran 10 juz. Ia menyatakan mulai menghafal Al-Qur’an saat masih duduk di bangku SMA. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an semasa SMA jauh lebih mudah dibandingkan menghafal sembari kuliah. Ia bercerita semasa di SMA dia bisa rutin mengulang hafalannya setidaknya sebanyak tiga juz dalam sehari, tetapi semasa kuliah dia bisa menghafal Al-Qur’an di waktu luang saja.

Mendung mengaku, bahwa semua keberhasilan yang dia raih tidak lepas dari peran guru dan dukungan teman-teman dari lingkungan tempat tinggalnya. Mendung tinggal di Pondok Pesantren Muhyidin, Gebang.

Setelah dinyatakan diterima di kampus ITS, Mendung langsung mencari sebuah Pondok Pesantren di banding sebuah rumah kost. Karena ia meyakini bahwa keberhasilan dalam merampungkan hafalan Al-Qur’annya tergantung dari dukungan lingkungan tempat tinggalnya. Pilihan yang diambil Mendung sungguh sangatlah tepat, dengan tinggal di pesantren, Mendung bisa terus menghafal juga mendapat bimbingan dari guru di Pesantren tersebut.

Seperti anak remaja lain, Mendung juga pernah merasa lelah dan bosan dengan kondisi yang dia jalani saat itu . Kemudian ia melihat sekeliling dan mendapati teman-temannya sedang menghafal Al-Qur’an dengan semangat, lalu Mendung pun tidak mau kalah dan memutuskan untuk istiqomah melanjutkan hafalannya.

Selain menjadi seorang hafidz, Mendung yang kini menjabat sebagai asisten di Laboratorium Konversi Energi Jurusan Teknik Elektro mempunyai segudang prestasi. Diantaranya, Mendung pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Kaderisasi Lembaga Dakwah Jurusan Kalam Himaterkro dan Kepala Departemen Syiar Kalam Himatekro.

Tidak hanya itu, Mendung pun telah mengikuti kurang lebih 20 lomba keilmiahan selama berkuliah di ITS. Prestasi baru yang diraih oleh Mendung ialah menjadi juara pertama pada kompetisi paper online yang diselenggarakan oleh salah satu universitas di Toronto, Kanada.

Kisah Rizki Mendung ini mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya puas dengan status Hafidz atau Hafidzah, namun sebagai remaja harapan bangsa kita juga dapat berprestasi di bidang akademik maupun organisasi yang positif. Semoga kita bisa menjadi seseorang yang dapat membanggakan Negara dan Agama kita, menjadi seorang yang berprestasi dan seorang Hafidz atau Hafidzah yang istiqomah.

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *