Masjid Pertama di Kutub Utara[/caption]
syaamilquran.com – Sejak Rasulullah mengemban tugas untuk menyebarkan agama Islam kepada seluruh umat manusia, Islam terus berkembang. Perkembangannya mencapai berbagai wilayah di seluruh dunia, termasuk di kawasan Kutub Utara. Di Kota Winnipeg-Inuvik, yang berjarak sekira 200 kilometer dari Kutub Utara, terdapat komunitas muslim diantara 4.000 jiwa penduduk kota yang termasuk wilayah Kanada tersebut. Kebanyak berasal dari Sudan, Lebanon dan Mesir.
Di kota tersebut, komunitas muslim berkembang pesat dan mereka pun merasa perlu adanya masjid. Dilansir dari eramuslim.com, masjid pertama di Kota tersebut berdiri dengan penuh perjuangan. Betapa tidak, impian komunitas muslim memiliki tempat memadai untuk menjalankan ibadah mereka sempat tertunda lama, karena harga bahan bangunan dan ongkos tukang bangunan yang mau membangun di tempat yang selalu diselimuti salju tersebut sangat mahal.
Sampai akhirnya, suatu perusahaan pemasok bahan bangunan di Manitoba bersedia membuatkan masjid, dengan cara membuat struktur masjid di pabriknya dan setelah bangunan masjid jadi, ditarik dengan kapal ke Inuvik. Perusahaan itu hanya mengenakan biaya setengah dari harga yang seharusnya dibayar.
Setelah melalui proses dan perjalanan panjang melewati daratan dan sungai di sepanjang wilayah Barat Kanada, masjid kecil berwarna kuning, ukuran 140 meter per segi yang terbuat dari bahan kayu itu akhirnya sampai di Inuvik pada bulan Agustus tahun lalu.
Dua bulan kemudian, Muslim Kanada di Inuvik berhasil menambahkan menara di masjid tersebut, yang menambah keindahan malam di kota tersebut.
“Inilah menara masjid yang dibangun di Kutub Utara. Menara itu sangat indah ketika kami nyalakan lampu-lampunya di tengah kegelapan,” kata Amier Suliman, anggota komite masjid dengan bangga.
Menara itu menjulang dengan tinggi sekitar 10 meter, menambah kemegahan masjid yang dibuat dari bahan-bahan fabrikasi itu
Penambahan menara masjid disambut gembira oleh komunitas Muslim di Inuvik. “Sebagian orang akan mengatakan ini adalah sebuah garis depan terbaru bagi Islam. Tapi bagi kami, yang terpenting adalah kaum Muslimin di sini yang biasanya melaksanakan salat Jumat menumpang di sebuah gereja Katolik, sekarang sudah punya tempat yang layak untuk beribadah, lengkap dengan menaranya,” tandas Suliman. *** (roni ramdan)
]]>