Syaamil Quran

Memahai Petunjuk Allah Dalam Al-Qur'an Melalui Kurma

kurma

“Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kukuh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni) nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.”                             

Pada beberapa ayat Al-Qur’an, ungkapan seperti, “Tidakkah kamu perhatikan?” “terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal,” menekankan pentingnya bertafakur melihat tanda-tanda kebesaran dan keberadaan Allah.

Sekarang, mari kita perhatikan kurma sebagai makanan, terutama sebagai makanan pokok suatu ras, kaum, atau daerah.

Kurma tumbuh dari biji yang sangat kecil (ukuran biji tidak lebih dari 1 cm3). Dari biji ini, tumbuh sebatang pohon dengan panjang mencapai 4-5 m dan beratnya bisa mencapai ratusan kilogram. Satu hal yang diperlukan biji tersebut untuk dapat mengangkat beban yang berat ini adalah tanah tempat ia tumbuh.

Bagaimana sebutir biji mengetahui cara membentuk sebuah pohon? Bagaimana biji tersebut “berpikir” untuk melebur dengan senyawa tertentu di dalam tanah untuk menumbuhkan dan menciptakan kayu? Bagaimana dia meramalkan bentuk dan struktur yang dibutuhkan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting karena ia bukanlah sebatang pohon sederhana yang keluar dari sebutir biji.

Seorang manusia, tentunya akan menemui kesulitan-kesulitan untuk menggambarkan dengan tepat sebuah bentuk pohon ketika secara kontras sebutir biji yang sederhana dapat menghasilkan sebuah benda yang sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. Ia bereaksi dan menyerap berbagai macam zatzat itu demi kepentingan pertumbuhannya sampai pada akhirnya bisa membuahkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan manusia di Bumi. (Harun Yahya, Beberapa Rahasia dalam Al-Qur’an, 2004)

(Dikutip dari Al-Qur’an Miracle the Reference)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *