
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS At-Takatsur 102:8)
Aisyah r.a. meriwayatkan, “Sejak berpindah ke Madinah, keluarga Muhammad tidak pernah merasa kenyang karena makan gandum selama tiga malam berturut-turut sampai Beliau wafat.” (HR Muslim)
Istri Rasulullah saw. ini juga meriwayatkan, “Kami, sekeluarga Muhammad, sering hidup selama satu bulan tidak menyalakan api (memasak) karena makanan kami hanyalah kurma dan air.” (HR Muslim)
Putri Abu Bakar ini juga meriwayatkan, “Rasulullah wafat ketika orang-orang sudah kenyang memakan kurma dan air.” (HR Muslim)
Sahal bin Said meriwayatkan, “Sejak dinobatkan sebagai rasul, Muhammad tidak pernah sekali pun mengonsumsi roti lembut.” (HR Bukhari)
Makanan yang dikonsumsi Rasulullah saw. dalam kesehariannya ialah roti kering yang dibuat dari gandum. Dalam riwayat lain dituturkan, “Sepanjang hidupnya, Rasulullah saw. tidak pernah makan sampai kenyang.”
Dituturkan pula ketika Aisyah ditanya, “Bagaimana rasanya makan roti kering tanpa lauk?”
Aisyah menjawab, “Kami memakannya dengan air putih.”
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa pada suatu malam Rasulullah saw. keluar. Tiba-tiba, Beliau berjumpa dengan Abu Bakar dan Umar. Rasulullah saw. bertanya, “Apa gerangan yang membuat kalian berdua keluar selarut ini?”
Keduanya menjawab, “Rasa lapar, wahai Rasulullah.”
Rasulullah was. berkata, “Demi Dzat yang nyawaku ada di genggaman-Nya, aku juga keluar disebabkan hal yang sama dengan kalian berdua. Bangkitlah kalian berdua!”
Keduanya bangkit. Rasullah saw. lantas mengajak mereka pergi ke kediaman seorang sahabat Anshar. Akan tetapi, sang tuan rumah tidak ada di tempat.
Ketika melihat kedatangan tiga tamu agung ke rumahnya, istri sahabat Anshar berkata, “Selamat datang di rumah kami.”
Rasulullah saw. bertanya, “Di mana suamimu?”
Sang wanita menjawab, “Ia sedang pergi mengambil air untuk kami.”
Beberapa waktu kemudian, suami sang wanita datang. Melihat ada tamu agung di rumahnya ia berkata, “Segala puji bagi Allah. Tidak ada seorang pun yang kedatangan tamu agung pada hari ini, selain diriku.” Ia lantas bergegas mengambil suguhan yang berupa buah kurma dan air putih. Dengan santun, ia menyuguhkan sambil berkata, “Silakan mencicipi hidangan kami.”
Kemudian, sang tuan rumah menyembeli kambing dan memasaknya untuk tiga tamu agungnya. Rasulullah saw. dan dua sahabatnya makan bersama dengan menu daging dan susu. Setelah menyantap hidangan, Rasulullah saw. berkata kepada Abu Bakar, Demi Dzat yang nyawaku ada di genggaman-Nya, nikmat pada malam ini kelak akan ditanya pada Hari Kiamat. Kalian terpaksa keluar dari rumah kalian oleh rasa lapar. Kemudian, kalian akan pulang dengan mendapatkan nikmat ini. (HR Muslim)
(Dikutip dari Rahasia Kekayaan Tertinggi by Syaamil Books)
]]>