Menyuburkan Keimanan[/caption]
syaamilquran.com – Beriman kepada Allah merupakan salah satu nikmat yang harus disyukuri oleh setiap muslim. Karena dengan demikian, kita mengakui adanya sang Pencipta dan betapa kecilnya kecil. Iman yang kita miliki tidak selamanya berada pada posisi yang kuat, karena ia bersifat fluktuatif, bisa pasang surut, naik dan turu, muncul dan tenggeam, datang dan pergi atau jatuh dan bagun.
Menyuburkan Keimanan
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya jiwa miliki memiliki saat-saat berbeda. Ada saat yang kuat kecenderungan-kecenderungan untuk beribadah dan pada saat-saat yang lain denggan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tiada seorang pun di dunia ini yang merasa aman dari keimanannya”.
Rasulullah bersabda: “Boleh jadi di antara kalian ada yang melakukan amal-amal ahli surga. Tetapi dalam takdir Allah Swt, ia akan masuk ke dalam neraka. Dan boleh jadi di antara kalian melakukan amal-amal ahli neraka, tetapi dalam ilmu Allah kelak, ia masuk surga. Dalam keadaan demikian ia meninggal dunia”. (HR. Bukhari)
Bercermin dari hal tersebut, maka kita sebagai muslim, harus menjaga keimanan kita supaya tetap dalam top performance, bahkan meningkat. Karena, ukuran kebaikan seseorang tidak dihitung pada awal dan pertengahan kehidupannya, tetapi akhir kehidupannya.
]]>