Surat Al-Alaq 1-5[/caption]
syaamilquran.com – Nuzulul Qur’an merupakan salah satu momen penting yang di tunggu-tunggu oleh umat muslim, karena pada hari itu merupakan hari peringatan dimana turunnya ayat suci Al-Qur’an oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril pada tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa Nuzulul Qur’an ini juga merupakan istilah bagi pentingnya peristiwa penurunan wahyu pertama Allah SWT kepada nabi dan rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW.
Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang diberikan Allah Ta’ala kepada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam 14 abad yang silam. al-Qur’an memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh mukjizat yang lain yang hanya bisa dinikmati dan disaksikan pada zamannya saja. Sejak pertama kali diturunkan al-Qur’an telah mampu merubah arah dan Sejarah Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur’an yang secara harfiah berarti turunnya Al Qur’an (kitab suci agama Islam) adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan Nuzulul Qur’an menurut Berbagai Madzab kita telah mengetahui bahwa Al-Qur’an diturunkan ke Baitul Izzah secara langsung. Dari Baitul Izzah itulah, Al-Qur’an kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi : ” Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan 1. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah 2. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah 3. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam 4. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya 5.”
Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara’ bin Azib), 21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’) Nuzulul Qur’an yang kemudian diperingati oleh sebagian kaum muslimin mengacu kepada tanggal pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah SAW di gua Hira. Jika sebagian besar umat Islam di Indonesia meyakini 17 Ramadhan sebagai tanggal Nuzulul Qur’an, Syaikh Syafiyurrahman Al-Mubarakfury menyimpulkan Nuzulul Qur’an jatuh pada tanggal 21 Ramadhan. Lepas dari berapa tanggal sebenarnya, Nuzulul Qur’an dalam arti turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah SAW secara bertahap atau berangsur-angsur
Pelajaran Nuzulul Qur’an
Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan tepatnya saat beliau Nabi Muhammad Saw berusia 40 tahun. al-Qur’an diturunkan ke bumi tidak sama dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan hanya satu kali langsung selesai. Tetapi al-Qur’an diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau sedikit demi sedikit (bertahap) sesuai dengan kebutuhan atau sesuai dengan permasalah yang terjadi saat itu untuk memberikan jawaban atas permasalah yang dihadapi para Sahabat Rasulullah shallallahu a’alaihi wa sallam kala itu.
Malam Nuzulul Qur’an ini merupakan malam yang sangat istimewa, karena pada malam inilah kejadian-kejadian istimewa banyak terjadi. Sesuatu yang sangat istimewa seperti turunnya pedoman umat muslim yaitu ayat suci Al-Qur’an. Turunnya ayat suci Al-Qur’an yang terjadi pada bulan puasa juga merupakan suatu hal yang istimewa sehingga banyak riwayat yang mengatakan bahwa malam itu adalah malam yang lebih baik dari malam seribu bulan atau yang sering disebut dengan malam Lailatul Qadr.
Turunnya ayat suci Al-Qur’an tidak semata-mata hanya untuk menunjukkan sebuah penegasan atas kemuliaannya saja tetapi kita sebagai umat manusia yang taat kepada Allah SWT harus mempelajari, menghayati dan mengamalkannya. Al-Qur,an dan Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, nuzulul qur’an harus diperingati dengan mengadakan tabligh akbar atau pengajian sebagai upaya kita dalam mempelajari dan menghidupkan kembali Al-Qur’an dan sirah Nabi SAW.
]]>