Syaamil Quran

Mudah Bersabar dan Bersyukur

syaamilquran.com – Hidup manusia tidak lepas dari ujian. Allah Swt akan menguji setiap hambaNya untuk mengukur seberapa kuatkah keimanannya. Manusia pilihan sekelas nabi pun menerima cobaan dalam hidupnya, apalagi kita sebagai umat sesudah para nabi.

Cobaan itu akan datang tanpa kita duga sehingga kita seringkali tidak siap menghadapinya. Reaksi kita pun beragam terhadap cobaan yang menerpa. Ada yang menggerutu, ada yang menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, dan sebagainya.

[caption id="attachment_2159" align="aligncenter" width="300"]Mudah Bersabar dan Bersyukur Mudah Bersabar dan Bersyukur[/caption]

Namun, menggerutu tidak akan menjadi solusi. Malahan akan membuat pikiran dan hati menjadi sempit sehingga lupa untuk memikirkan solusi. Hal terbaik yang bisa kita lakukan ketika menerima cobaan adalah bersabar. Karena dibalik kesulitan pasti ada kemudahan,(QS Alam Nasyrah, 34:5-6).

Dalam Al Quran surah Al Anbiya ayat 83-84 dikisahkan, betapa Nabi Ayub diuji kesabarannya dengan kesedihan, kesendirian dan rasa sakit. Hartanya musnah, kemudian ditinggal istri dan tak lagi memiliki teman, serta memiliki penyakit kulit akut. Meski demikian, Nabi Ayub tetap bersabar, hingga akhirnya sembuh dan meraih kasih sayang Allah.

Allah memberikan cobaan tidak hanya dalam bentuk kesedihan, seperti sakit, kematian, kehilangan harta benda atau lainnya, juga dalam bentuk kesenangan seperti mendapatkan rezeki tidak terduga atau promosi jabatan.

Melalui dua bentuk cobaan tersebut, sebetulnya Allah Swt sedang menguji hati dan pikiran seseorang terhadap nikmat yang diberikannya. Ujian kesedihan melatih seseorang untuk bersabar ketika menerima kenyataan yang tidak disukai. Sedangkan ujian melalui hal yang disukai merupakan suatu latihan untuk menahan diri dari nafsu ketika mendapat nikmat. Apakah kita bisa bersyukur dengan ujian kenikmatan tersebut.

Sahabat Syaamil, ketika menerima cobaan, percayalah bahwa itu adalah ujian terhadap kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang senantiasa bisa bersyabar dan bersyukur akan apa yang terjadi pada kita. Allah tidak akan pernah menimpakan cobaan diluar batas kemampuan kita.

Menjadi orang yang sabar memang tidak mudah. Butuh kesadaran dan latihan bahwa cobaan tersebut akan membuat kita lebih baik dan mendapat sesuatu yang akan membuat kita bahagia kelak.

Banyak cara yang bisa ditempuh agar kita menjadi pribadi yang mudah bersabar. Di antaranya:

  • Tersenyum; senyum adalah obat hati yang mujarab. Saat sedang terbakar emosi, cobalah menahan diri tidak meluapkan emosi secara terbuka. Sambil menahan diri, cobalah tersenyum. Insya Allah, bara api dalam hati yang membakar emosi, akan segera padam.
  • Alihkan perhatian, jangan terpaku pada masalah yang menimpa. Biarkan energi kita digunakan untuk hal-hal positif yang nantinya akan mengarahkan kita pada solusi yang tidak kita juga.
  • Perbanyak zikir dan istigfar. Ini bisa membantu kita untuk selalu mengingat Allah dalam setiap kesempatan dan menjadikan kita tetap sabar dan percaya bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang kita hadapi.
  • Selalu cross check setiap perkataan orang lain yang kita terima. Ini penting, untuk meyakinkan bahwa apa yang kita dengar benar-benar sesuai dengan fakta sehingga kita tidak berprasangka buruk terhadap seseorang.

Lantas, bagaimana dengan nikmat yang Allah berikan? Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi pribadi yang mudah bersyukur?

Syukur merupakan ungkapan rasa terima kasih kepada Allah Swt sebagai pemberi rejeki dan kebahagiaan kepada makhluk-Nya. Rasa terima kasih tersebut diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari dengan berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain.

Ungkapan rasa syukur tersebut akan mempermudah jalan bagi kita dalam meraih kesuksesan. Jangan sampai Allah mencabut kenikmatan yang kita miliki karena tidak pernah bersyukur.

Bersyukur akan nikmat Allah dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya:

  • Menyadari sepenuhnya bahwa setiap gerak langkah kita dan seluruh isi bumi yang telah Allah ciptakan merupakan bentuk kenikmatan yang harus kita syukuri.
  • Selalu berucap Alhamdulillah ketika mendapatkan kenikmatan atau rezeki sekecil apapun, atau jika kita telah menyelesaikan suatu pekerjaan (yang positif, tentunya)
  • Sebelum tidur, biasakan untuk merenungkan nikmat Allah yang telah diterima pada hari itu. Nikmat waktu, kesehatan, kesempatan, rezeki, merupakan sebagian dari banyaknya nikmat Allah yang kita terima dan sering pula tidak kita sadari.
  • Melakukan hal positif yang memberi manfaat bagi diri kita maupun orang lain, sebagai bukti nyata rasa syukur. Misalnya memperbanyak ibadah, sedekah, infak dan membantu sesama yang membutuhkan.
  • Berucap serta berperilaku yang tidak menyinggung perasaan orang lain.

Percayalah, banyak sekali nikmat Allah yang telah kita peroleh. Kita tidak akan pernah mampu untuk menghitung nikmat tersebut.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nahl [16]: 18). 

Sahabat Syaamil, mari jadikan sabar dan syukur sebagai bagian yang melekat dalam keseharian kita sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah Swt.***(roni ramdan)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *