syaamilquran.com – Rasulullah saw. merupakan manusia mulia yang kelahirannya sudah dijanjikan oleh Allah Swt. Bahkan namanya pun sudah dipilihkan oleh Allah. Ada dua nama yang diberikan kepada Rasulullah saw, yaitu Muhammad dan Ahmad.
Nama Muhammad tercantum dalam Taurat dan Al Quran, sedangkan dalam Injil, Rasulullah disebut dengan nama Ahmad.
Allah Swt berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). Maka, tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ini adalah sihir yang nyata.” (QS Ash Shaff [61]:6)
Nama Muhammad bukanlah nama yang biasa didengar dan banyak digunakan di kalangan bangsa Arab sebelum Rasulullah lahir. Tercatat hanya tujuh orang dari suku Arab yang memiliki nama Muhammad, yaitu:
- Muhammad bin Sufyan At Tamini
- Muhammad bin ‘Atswaarah Al Kinani
- Muhammad bin Uhaihah bin Al Jallaah Al Ausi
- Muhammad bin umran bin Malik Al Ja’fi
- Muhammad bin Maslamah Al Anshari
- Muhammad bin Khuza’ii bin ‘Alqamah
- Muhammad bin Harmaz bin Malik At Tamimi Al Umari.
Allah Swt mengkhususkan nama-nama untuk Rasulullah saw. Semua nama itu berporos pada satu kata, hamdun, yang berarti pujian, seperti nama Muhammad dan Ahmad.
Dalam Ensiklopedia Fakta Ilmiah Hadist Nabi karya Ahmad Syawqi Ibrahim, dijelaskan, Muhammad adalah satu nama yang menunjukkan kumpulan pujian yang banyak. Nabi Muhammad saw. adalah seorang makhluk Allah Swt, yang terpuji di mata Allah, terpuji di mata malaikat, terpuji di mata para nabi dan rasul juga terpuji di mata seluruh manusia.
Umat beliau adalah umat yang senantiasa melantunkan pujian kepada Allah Swt. dalam senang dan sedih. Mereka disebut sebagai hamiduun, yang berarti para pemuji. Begitu juga shalat yang dilakukan Rasulullah saw. dan umatnya dibuka dengan memuji Allah Swt. Khutbah beliau dan umatnya diawali dengan memuji Allah Swt., pada hari kiamat beliau akan memegang bendera pujian (Liwaul Hamd). Beliau adalah pemilik tempat terpuji yang tidak akan dimiliki seorang pun. Allah Swt. berfirman:
“Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibaah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji” (QS Al Isra [17]: 79)
Beliau adalah seorang terpuji atas curahan iman dan hidayah yang memenuhi bumi ini serta lentera yang menerangi kegelapan dunia dengan cahaya Islam. Beliau adalah seorang yang memiliki semua yang hal yang membuat semua orang pasti senantiasa memujinya setiap saat tanpa henti sehingga beliau diberi nama Muhammad. Sungguh satu nama yang pantas dengan orangnya, nama yang cocok dengan makna dan layak bagi sang pemilik nama.
Perbedaan antara Muhammad dan Ahmad menurut Ahmad Syawqi Ibrahim
- Muhammad berarti seseorang yang senantiasa dipuji terus menerus tanpa henti sehingga menunjukkan banyaknya para pemuji kepadanya. Hal itu mengharuskan banyaknya sifat mulia dalam diri pemilik nama. Adapun Ahmad merupakan isim tafdhil (superlatif) dari al hamdu, yang bermakna bahwa pujian yang didapat harus merupakan pujian paling mulia daripada yang didapat selainnya. Oleh karena itu, kata Muhammad menunjukkan banyaknya jumlah pujian yang didapat dan kata Ahmad menunjukkan banyaknya cara memuji
- Muhammad bermakna seseorang yang dipuji berulang-ulang. Sedangkan Ahmad menunjukkan bahwa sang pemilik nama adalah seorang yang memuji Tuhannya dengan pujian lebih baik daripada pujian selain dirinya. Oleh karena itu, Muhammad menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang dipuji, sedangkan Ahmad menunjukkah bahwa dirinya adalah pemuji Allah Swt. yang paling baik.
Rasulullah saw, dinamakan Muhammad dan Ahmad, karena beliau benyak dipuji daripada selainnya dan beliau memuji Allah Swt dengan pujian yang lebih baik daripada pujian selainnya. *** (roni ramdan)
]]>
