fbpx

Pelatihan Tikrar untuk Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang

Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, merupakan salah satu pesantren yang berlokasi di kota Malang yang berhasil mencetak santri yang mampu menghafalkan minimal 6 juz semasa mereka bersekolah di pesantren ini meskipun kondisini sangat minim sekali Al-Quran yang ada di Pondok Pesantren yang akrab di sebut PPDU ini.

Padahal di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah ini terdapat berbagai program Tahfidz yang dibuka bukan hanya dalam program khusus santri yang berjalan selama 1 tahun namun juga bagi SDTQ, MATABA dan DKU. untuk menjalankan program Tahfidz sering kali Pondok Pesantren ini membuat kegiatan Daurah Quran yaitu pelatihan menghafal Al-Quran.

Hal ini membuat Tim Syaamil Quran Jawa Timur tertarik untuk mendukung kegiatan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah (PPDU) dengan memberikan Training menghafal Al-Quran menggunakan Metode Tikrar. Senin, 25 Oktober 2021 kegiatan Pelatihan Tikrar dengan tema “Bagaimana cara menghafal Al-Quran dengan metode Tikrar”, dimulai pada pagi hari dan berlokasi di aula Pondok.

Diikuti oleh santri sejumlah 160 orang perserta yang terdiri dari santri kelas 5 dan 6, siswa akhir KMI & AZHARI, asatidz pengabdian, lajnah MHQ, Mahasiswa DKU dan para Ustadzah SDTQ & MATABA, kegiatan training Pelatihan Tikrar ini dipimpin oleh Ustadz Darmidi, S.E, Branch Manager Syaamil Quran Jawa Timur.

Beliau tidak sendirian, Ustadz Darmidi didampingi oleh Tim Syaamil Quran Jatim, Bapak Juwit Prihadi, Bapak Arif Naznaruelin dan Pak Ari Prayogi untuk datang dan mendukung kegiatan Pelatihan Tikrar di PPDU Putra Malang ini. selain itu acara ini pun turut dihadiri oleh Pimpinan Pondok Ust. Dr. M. Ajir Abdul Moenip, Guru Tahfidz di PPDU Putra & Guru dari Sekolah Tahfidz lainnya.

Dalam kegiatan ini Ustadz Darmidi menyampaikan bahwa, “Metode Tikrar banyak digunakan dan dikenal karena merupakan salah satu metode dengan cara dan slogan yang menarik yaitu “Hafal tanpa menghafal” dimana menurut Imam Bukhori dan Ibnu Qoyyim Al-Jauzi, metode hafalan terbaik adalah “terus-menerus, melihat tulisan dan mengulang-ulang perkataan”, bukan dengan mengingat-ingat.”

Pada kesempatan ini, Ustadz Darmidi meminta peserta untuk mempraktekkan metode Tikrar sebagai bentuk feedback dari peserta terhadap kegiatan pelatihan ini, dan beliau memberikan reward berupa Al-qur’an tikrar kepada 5 orang pertama yang mampu menghafal setengah halaman Al-qur’an dengan metode tikrar.

MasyaAllah seru sekali ya Sahabat?

Pada akhir materi pun beliau memberikan pesan, agar peserta bisa menjalankan dan melakukan pengulangan dalam penerapan metode Tikrar yaitu pengulangan minimal sebanyak 40 kali, yang insyaAllah akan membuat kita bisa menghafal Al-Qur;an yang mutqin, lancar serta sempurna.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *