Syaamil Quran

Pemimpin yang Hafiz Al Quran

5syaamilquran.com – Rasulullah saw mewasiatkan, agar seorang pemimpin hafal Al Quran. Dalam salah satu hadist, beliau berkata, “Yang lebih layak menjadi imam suatu kaum, adalah yang paling banyak hafalannya,” pesan beliau dalam memilih imam shalat berjamaah (HR Muslim).

Dalam menentukan pemimpin delegasi atau pasukan jihad, Rasulullah saw juga menetapkan kriteria hafalan Qur’an.

Abu Hurairah ra menutur­kan, suatu ketika Rasulullah bermaksud mengutus satu delegasi dalam jumlah banyak. Untuk menentukan pemimpin rombongan, Nabi mengetes hafalan para kandidat. Satu per satu mereka diminta setor­an hafalan (muraja’ah). Salah satunya adalah seorang sa­habat termuda.

“Surat apa yang kau ha­fal?” tanya Rasul pada seorang pemuda.

“Aku hafal surat ini, surat ini… dan surat Al Baqarah,” jawabnya dengan takzim.

“Benar kamu hafal Al Baqarah?” Nabi menegaskan.

“Benar,” jawab kandidat mantap sambil menyetor ha­falan.

“Baik, kalau begitu kamu­lah pemimpin delegasi, be­rangkatlah” titah Rasulullah saw kemudian (HR At-Tir­midzi dan An-Nasa’i).

Pada masa sekarang, di dunia internasional, ada dua pemimpin yang bergelar Al Hafidz (penghafal Al Quran), yaitu Mohammed Mursi dan Ismail Haniya.

Mohammed Mursi Issa Ayyat tercatat sebagai Presi­den Mesir pertama yang hafal Al Qur’an. Bahkan istri dan kelima anaknya juga Pengha­fal Al Qur’an. Ketiga cucunya pun dibesarkan dalam alunan Qur’an.

Mursi menjadi Presiden ke-5 Mesir yang menjabat sejak 30 Juni 2012. Sebelunmya, salah satu tokoh terkemuka Ikhwanul Muslimin ini anggota Parlemen di Majelis Rakyat Mesir periode 2000-2005. Di balik penjara peme­rintahan Rejim Anwar Saddat dan Hosni Mubarak, Mursi justru berkesempatan mengkhatamkan hafalan Quran.

Sejak 30 April 2011, Mursi menjabat Ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), partai politik yang didirikan Ikhwanul Mus­limin setelah Revolusi Tahrir 2011. la maju sebagai calon presiden dari FJP pada pemilu presiden Mei-Juni 2012. Penghafal Qur’an ini mendapat kepercayaan mayoritas (51,7%) rakyat Mesir untuk jadi presiden. Sayang Militer mengkudeta Mursi yang baru satu tahun memimpin.

Perdana Menteri Hamas, Salam Ismail Haniya yang sering di­sapa Abu Al’abid, juga tokoh terkemuka Ikhwanul Muslimin. Se­orang anaknya yang bernama ‘Aid, mengkhatamkan hafalan Al Qur’an dalam 35 hari dengan memperoleh gelar mumtaz (sem­purna).

Di dalam negeri, pemimpin yang bergelar Al Hafiz adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat, KH. M. Zainul Majdi, yang dijuluki Tuan Guru Bajang. Guru Haji Muhammad Zainul Majdi lahir di Pancor, Selong, 31 Mei l972. la menjadi Gubernur NTB pada usia 36 tahun untuk masa jabatan 2008-2013 dengan Wakil Gubernur Badrul Munir.

Pada tahun 2008, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH M Zainul Majdi mengubah julukan NTB dari “Bumi Gora” menjadi “Bumi Al Qur’an”.  Julukan Bumi Gora diberikan setelah NTB berhasil berswasem­bada pangan dengan pola pertanian padi Gogo Rancah (Gora) pada tahun 80-an. Tapi setelah itu, di NTB malah banyak warga menderita busung lapar dan gizi buruk. Tuan Guru Bajang lalu mengakhiri ironi tersebut agar lebih berorientasi ukhrowi.

Pak Gubernur juga mengubah hari olahraga (krida) yang bia­sanya Jumat menjadi hari Sabtu. Sementara Jumat digunakan un­tuk pembinaan iman dan taqwa (Hari Imtaq). Itu semua tak lepas dari jatidiri Tuan Guru Bajang yang se­orang Hafidz Quran.

Tuan Gubernur Bajang, putra ketiga pasangan HM Djalaluddin SH, menghafal Al Quran sejak nyantri di Ponpes NW Lombok Timur kurang lebih selama enam tahun (Tsanawiyah hing­ga Muallimin).

“Sesungguhnya tidak sulit menghafal Al Qur’an itu. Ka­lau pun ada, itu terjadi pada muraja’ah (mengulang) atau istirja'(mengembalikan memo­ri),” jelasnya.

Tuan Guru mengungkap­kan, saat menjalani ujian di Universitas Al Azhar dalam bidang Tahfiz Al Qur’an seba­nyak 12 juz, yang paling sulit adalah pada ujian lisan. “Kare­na harus langsung menjawab dan hampir tidak ada waktu untuk berpikir,” katanya.

Lantas, kapan Tuan Guru memilih waktu tepat untuk menghafal Al Qur’an di tengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di Nusa Tenggara Barat? “Selain ba’da shalat, saya sering memilih waktu di kendaraan dalam perjalan­an ke berbagai daerah untuk menghafal Al Qur’an meng­ ikuti tilawah dari beberapa qori seperti Hudzaifi dan Ab­dul Basith.”

Selama menjabat Gubernur, Tuan Guru Bajang mendapat banyak penghargaan prestasi. Misalnya sebagai Gubernur Termuda di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indone­sia; Menerima Lencana Ksatria Bhakti Husada Arutala atas jasanya dalam pembangunan Bidang Kesehatan; The Best Province Tourism Develov­ment dengan dikukuhnya NTB sebagai Provinsi Pengembang Pariwisata Terbaik versi ITA di Metro TV; Penghargaan di Bidang Pangan dari Presiden RI atas Prestasi meningkatkan produksi Padi (P2BN) lebih dari 5 pada tahun 2009 dibanding­kan dengan tahun sebelumnya.

Pak Gubernur juga mene­rima penghargaan sebagai Pembina PNPM-Mpd Ter­baik tahun 2012. Pada 13 Agustus 2012 menerima peng­harg aan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yu­dhoyono. la dinilai telah berkon­tribusi dan berprestasi dalam pembangunan bidang koperasi dan usaha kecil, yang patut ditiru oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Pada Mei 2013, TGH M Zainul Majdi kembali terpilih sebagai Gubernur NTB, berpa- sangan dengan Wagub Muhammad Amin.

Sumber: Majalah Daqu edisi 006, Juli 2013 

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *