Dalam kitab Ushul Kafi, Abu Abdillah Ash Shadiq menceritakan, ”Dahulu kala di kalangan Bani israil ada seorang bapak yang berdoa kepada Allah tiga tahun lamanya agar dikaruniai anak laki-laki. Setelah melihat doanya tidak juga terkabulkan, ia pun berkata, ’Wahai Tuhanku, apakah diriku ini jauh dari-Mu sehingga Engkau tidak mendengarkanku, ataukah Engkau dekat denganku sehingga Engkau tidak mengabulkanku?’
Tidak berselang lama, dalam tidurnya, bapak ini didatangi oleh seseorang yang mengatakan, ”Engkau berdoa kepada Allah Swt. semenjak tiga tahun lalu dengan lisan yang kotor dan hati yang kasar serta jauh dari ketakwaan, dan dengan niat yang tidak benar. Tinggalkanlah pembicaraan yang kotor, bertakwalah kepada Allah, dan perbaiki niatmu.’
Lelaki ini pun melakukan apa yang dinasihatkan olehnya. Kemudian, ia berdoa kepada Allah, dan akhirnya ia dikarunia seorang anak laki-laki’.” ***
“Dosa yang menolak doa adalah niat yang buruk, hati yang kotor, berkhianat kepada teman, meninggalkan janji yang telah disepakati, mengakhirkan waktu shalat sampai habis waktunya, meninggalkan taqarrub kepada Allah dengan tidak melakukan kebaikan dan sedekah, serta berkata kotor lagi keji”
— Ali Zainal ’Abidin —
sumber: 114 Kisah Nyata Doa-doa Terkabul, karya Tauhid Nur Azhar & Sulaiman Abdurrahim. Arkanleema.
]]>