Syaamil Quran

Pilih Pupuk Kandang atau Pizza?

syaamilquran.com – Setiap orang akan mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan gangguan terhadap kondisi fisik maupun psikologis seseorang yang ditimpa cobaan.Terutama, bagi mereka yang hidupnya jauh dari moralitas yang ditentukan Al Quran. Bisa saja muncul frustrasi, stres atau kekesalan, mudah gelisah, tegang, dan marah, karena setiap detik yang mereka habiskan, hasilnya bersebrangan dengan yang mereka inginkan.

Allah telah mengatakan, bahwa tidak ada satu pun manusia yang tidak akan lepas dari cobaan.

2_155

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (Al Baqarah 155)

Kita mungkin banyak yang berprasangka negatif terhadap Allah dengan mengatakan, kenapa harus menerima cobaan seperti ini, padahal kan saya beribadah dengan tekun, sholat lima waktu iya, sedekah iya, puasa apalagi, tapi kenapa tetap saja terkena cobaan.

Jika melihat dari kacamata negatif, memang semuanya akan terasa salah. Tapi, cobalah kita lihat semua itu dari kacamata positif. Selalu akan ada hikmah dibalik semuanya. Apa yang Allah turunkan sebagai cobaan itu adalah untuk menilai seberapa besar manusia yang mengaku bertakwa, benar-benar melaksanakan ketakwaannya tersebut. Firman Allah:

2_179

“Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin)….” (QS. Al Baqarah: 179)

Kaum muslim yang mengetahui pelajaran yang dinyatakan dalam ayat ini menganggap sebuah kesempatan di mana keikhlasan, kesetiaan, dan keimanan mereka kepada Tuhannya adalah ujian. Mereka tidak pernah lupa bahwa kesulitan atau keberkahan datang untuk menguji mereka. Karena kemuliaan dan kepatuhan mereka kepada-Nya, Allah mengubah apa yang tampaknya buruk menjadi hal-hal yang menguntungkan bagi hamba-Nya yang sejati.

Secara logika, banyak hal manis yang akan melemahkan tubuh kita. Misalnya makanan. Seberapa banyak makanan manis yang bersumber dari gula buatan menyebabkan manusia terkena penyakit diabetes. Atau dalam berbisnis, banyak janji-janji manis tentang suatu kesuksesan instan yang berujung pada kepahitan.

Anggap saja, cobaan itu sebagai pupuk. Menyitir cerita Houtman Z. Arifin, Dewan Pembina Dompet Dhuafa, yang berkeluh kesah terhadap seorang ustaz yang menjadi kades di suatu pedalaman di dusun kecil di Jawa Barat, mengungkapkan, menurut sang kades, suatu pohon akan tumbuh jika diberi pupuk, dan pupuk yang baik bagi tanaman adalah pupuk kandang, yang berasal dari kotoran hewan atau sampah busuk yang menjadi kompos, bukan pizza. Bagi kita, pupuk kandang atau kompos, tentu saja jijik sehingga kita tidak mau berdekatan dengannya.

Tapi, menurut Pak Kades yang tidak mau disebutkan namanya tersebut, dengan pupuk kandang dan sampah busuklah, tanaman bisa tumbuh dengan baik. Demikian pula halnya dengan kehidupan kita. Pupuk yang diberikan oleh tuhan, berupa hal-hal yang tidak kita sukai. Sama dengan kotoran kambing yang mengandung zat-zat baik untuk pohon dalam ujian dan masalah yang kita alami, terdapat hal-hal bermanfaat yang akan menjadikan jiwa tumbuh menjadi baik dan kuat. Maka, hinaan, celaan, godaan, musibah, dan penderitaan adalah pupuk terbaik bagi pohon yang bernama kebaikan.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 142)

Bersyukurlah kita yang masih mendapatkan cobaan dari Allah. Karena itu merupakan pertanda bahwa kita masih disayangi Allah.*** (roni ramdan)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *