Syaamil Quran

Potret Diri Seorang Muslim

Syaamilquran.com – Potret Diri Seorang Muslim – Ustadz Yusuf Al-Qardhawi mengungkapkan bahwa shalat, zakat, puasa, dan ibadah haji merupakan empat ibadah utama yang memiliki syiar keislaman yang sangat besar. Keempat ibadah ini terangkum dalam Rukun Islam dengan syahadat sebagai fondasi utamanya.

Dalam Islam, setiap ibadah yang dilakukan, termasuk keempat ibadah utama ini, menampilkan tiga fungsi esensial, yaitu: pertama, sebagai bentuk pengabdian seorang hamba kepada Tuhannya. Melalui ibadah seorang hamba dapat merendahkan dirinya serendah-rendahnya di hadapan Allah, menjalin komunikasi yang akrab dengan Allah, serta menunaikan apa yang diperintahkan Allah dalam ruku, sujud, shaum, ataupun memenuhi panggilan-Nya untuk dapatang ke Baitullah.

Potret Diri Seorang Muslim

Kedua, sebagai bentuk pengobatan spiritual (syifa’), ketika kita pasrah kepada Allah, energi-energi negatif yang ada dalam diri pun akan mampu dicairkan. Melalui ibadah, kemarahan, dendam, egois, hingga depresi kejiwaan dapat tersembuhkan. Lebih dari itu, ibadah pun dapat menenangkan dan membawa kebahagaiaan. Allah SWT berfirman, ”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati akan menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).

Ketiga, ibadah merupakan sebuah riyadhah, yaitu proses pembangunan karakter menuju sosok Muslim yang bertakwa. Semua ibadah yang disyariatkan dalam Islam, termasuk shalat, zakat, puasa, dan haji, pada akhirnya ditujukan untuk membentuk sosok hamba yang bertakwa.

Oleh karena itu, keberhasilan ibadah seseorang dapat dilihat dari sejauh mana kualitas ketakwaannya kepada Allah SWT, yaitu memiliki kemantapan akidah, keistiqamahan dalam beribadah, dan memiliki karakter kuat dan terpuji sebagaimana dicontohkan Rasulullah saw dan para sahabat, yaitu: (1) jujur; (2) cerdas dan berilmu; (3) dapat dipercaya; (4) santun dan ramah; (5) toleran dan berjiwa besar; (6) tangguh; (7) tekun dan ulet; (8) pemaaf; (9) tegar tetapi luwes; (10) disiplin; (11) adil dan bijaksana; (12) pemberani; (13) dermawan; (14) istiqamah dan konsisten; (15) berwibawa; (16) kompetitif; (17) simpatik; (18) kreatif; (19) produktif; (20) supel dalam pergaulan; (21) peduli terhadap kemiskinan, kedamaian, kebersihan, dan keindahan lingkungan; (22) mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik dan tidak berlebih-lebihan; (23) sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar; (24) bermanfaat bagi agama dan kemanusiaan; (25) melaksanakan amal kebaikan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; (26) sikap hidup yang selalu menjadi teladan; (27) tawadhu, rendah hati dalam berkata dan bersikap; (28) berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan bertobat; (29) ucapan dan perkataannya memberikan kemaslahatan; (30) kehidupan keluarganya sakinah, mawaddah, dan rahmah.*** (syaamilquran.com/ sumber: Ibadah Muslim Kosmopolitan. KH Miftah Faridl. Arkanleema. 2009)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *