Pada suatu hari, Aisyah, istri Rasulullah, tengah berpuasa. Aisyah memiliki dua buah potong. Beliau bermaksud memakannya saat berbuka puasa nanti. Pada sore harinya, seorang pengemis datang. Aisyah segera berkata kepada budaknya, “Berikan dia sepotong roti.”
Roti Aisyah kini tinggal sepotong. Beliau menyimpannya untuk berbuka puasa. Beberapa saat kemudian, seorang pengemis lain datang ke rumah Aisyah untuk meminta-minta. Aisyah memberikan potongan roti terakhirnya kepada pengemis itu.
Budak Aisyah bertanya, “Sekarang engkau tidak memiliki makanan apa pun. Lalu, bagaimana engkau akan berbuka puasa?”
Aisyah hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.
Sore menjelang. Sebentar lagi waktu berbuka puasa tiba. Di rumah Aisyah tidak ada sedikit pun makanan, tetapi beliau tetap tenang. Tidak lama kemudian, pintu rumah diketuk. Aisyah meminta udaknya untuk membukakan pintu. Ternyata, yang datang adalah seorang utusan. Dia membawa kambing bakar dan roti untuk Aisyah sekeluarga.
Setelah utusan itu pulang, Aisyah berkata kepada budaknya,
“Lihatlah, roti yang mereka berikan lebih banyak daripada roti yang kita sedekahkan. Padahal, sebelumnya mereka belum pernah memberikan hadiah kepadaku. Ini semua pasti berkah dari Allah Swt.”
***
Allah sangat suka kepada orang yang rajin bersedekah seperti Aisyah. Allah memberikan rezeki yang tidak terduga kepada Aisyah karena dia bermurah hati kepada makhluk-Nya.
(dikutip dari Ariany Syurfah. Super Stories. Arkanleema. 2009)
]]>