syaamilquran.com – Sahabat Syaamil, meninggalnya orangtua tidak berarti bakti seorang anak kepada mereka langsung terputus. Anak masih memiliki kesempatan untuk berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain) yang sudah meninggal dunia dengan bersedekah, yang diniatkan (pahalanya) untuk mereka.
[caption id="attachment_1871" align="aligncenter" width="300"]
Tiga Keutamaan Sedekah untuk Orangtua yang telah Meninggal Dunia[/caption]
Ali bin Muhammad Al Maghribi dalam Fadha’il A’mal (Ash Shahih al Musnad min Fadha’il A’mal, menyebutkan beberapa hadist shahih yang menjelaskan keutamaan sedekah untuk orang tua yang telah meninggal dunia:
- Seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara mendadak. Saya menduga, jika ia bisa bicara, ia akan bersedekah. Apakah ia bisa mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?” Beliau menjawab, “Ya.” (HR. Bukhari-Muslim)
- Ibnu Abbas memberitakan kepada kami bahwa Sa’ad bin Ubadah r.a. sedang tidak ada di tempat ketika ibunya meninggal. Ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya ibuku wafat, sedang saya tidak di sana. Apakah sesuatu berguna untuknya, jika kusedekahkan untuknya?” Beliau menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya saya persaksikan kepadamu bahwa kebunku Al Mikhraf menjadi sedekah untuk ibuku.” (HR. Bukhari)
- Seseorang berkata kepada Nabi, “Sesungguhnya ayahku meninggal dunia dan tidak berwasiat, apakah sedekahku bisa menebus (kesalahan) nya?” Beliau menjawab, “Ya” (HR. Muslim)
Dari hadits-hadits di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bersedekah untuk orangtua yang telah meninggal dunia memiliki 3 keutamaan:
- Pahala sedekah sampai kepada orangtua yang telah meninggal dunia
- Sedekah tersebut bermanfaat/berguna bagi orangtua yang telah berada di alam barzah
- Sedekah tersebut dapat menjadi penebus kesalahan orangtua
Wallahu a’lam bish shawab. *** (sumber: bersamadakwah.com)
]]>