Syaamil Quran

Ujian Orang-Orang Shaleh

Di antara tanda-tanda terpenting keimanan dan gairah ialah sikap yang dimiliki orang beriman ketika menghadapi kesukaran. Tanda lain yang menunjukkan iman orang-orang beriman di saat-saat sulit ialah bahwa mereka tidak pernah menjadi lemah semangat. Sebaliknya, ketika mereka menghadapi kesukaran, gairah mereka tumbuh, bahkan lebih besar lagi karena orang tidak dapat mencapai surga, kecuali jika mereka telah diuji dengan kesulitan-kesulitan sebagaimana orang-orang dari generasi masa lalu.

“Manusia tidak akan masuk surga sebelum mendapat ujian seperti kaum-kaum terdahulu.” (QS Al-Baqarah, 2: 214).

Oleh karena itu, orang beriman pasti akan menjumpai masalah-masalah, dan hal itu merupakan ketentuan agama. Dengan kata lain, ujian-ujian ini menentukan sifat-sifat penting orang-orang beriman dan memberikan petunjuk bahwa mereka berada di jalan yang lurus. Berperilaku sesuai dengan ayat Al-Qur’an saat menghadapi kesulitan, menjadikan seseorang diridhai oleh Allah. Karena itu, merupakan keinginan orang beriman untuk menghadapi kesulitan sebagaimana para nabi, sahabat-sahabat mereka, dan semua orang beriman yang pernah hidup sepanjang sejarah. Dengan gairah dan kegembiraan mereka menunggu waktu ketika janji Allah dipenuhi. Diuji dengan kesulitan-kesulitan yang sama berarti bahwa mereka mengikuti jejak para nabi.

Tentu saja, mereka tidak mencari kesulitan, tetapi kesukaran yang mereka hadapi akan menambah gairah dan kekuatan mereka. Mereka berharap akan memperoleh balasan yang lebih baik sebagai imbalan bagi kesukaran karena mereka akan menjadi orang-orang yang tetap setia kepada Allah tanpa patah semangat dan akan berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.”(QS Al-Ahzab, 33: 22).

(Harun Yahya, Semangat dan Gairah Orang-orang Beriman, 2004)

]]>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *