Profile Juri Hafiz Indonesia RCTI

Berikut adalah profile juri Hafiz Indonesia

juri hafiz indonesia 2019

“Perumpamaan orang yang membaca Qur’an sementara dia telah menghafalkannya. Maka bersama para Malaikat yang mulia. Dan perumpamaan yang membaca dalam kondisi berusaha keras (belajar membacanya) maka dia mendapatkn dua pahala.”

HR. Bukhori, 4653 dan Muslim, 798.

Sahabat Syaamil pasti sudah tidak asing lagi dengan acara Hafiz Indonesia, salah satu program acara
yang ditayangkan oleh salah satu televisi swasta di Indonesia yang menampilkan anak-anak terbaik bangsa yang
berkompetisi dalam menghafalkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan saling berbagi semangat
kepada para pemirsanya.

Dan Syaamil Quran bersyukur bisa membersamai acara ini, bahkan sejak
pertama kali acara ini mengudara.   

Seperti tahun-tahun
sebelumnya, acara ini menjadi program religius reality show yang ditayangkan
setiap bulan Ramadan dan sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan
menjadi program Ramadan terbaik, Alhamdulillah.

Keinginan menjadi orang yang dekat dengan Al-Qur’an bukan hanya ada pada sosok peserta, setelah
menyaksikan acara ini pasti kita ingin menjadi seperti itu, orang yang lebih
mencintai Al-Qur’an.

Maka dari itu dihadirkan dewan juri yang luar biasa pada setiap
tahunnya. Dan tahun ini ada Kak Nabila, Abi Amir dan Ayah Bachtiar Nasir, dan
beberapa juri tamu seperti Syekh Abdul Karim Al-Makki dan Habib Nabiel.

Di kesempatan ini, mari kita berkenalan lebih dalam dengan para dewan juri yang sangat menginspirasi ini.

Baca juga : Profile TNI Penghafal Quran di Hafiz Indonesia

Profile Kak
Nabila

Sosok Nabila Abdul Rahim Bayan atau yang akrab disapa Ka Nabila adalah salah seorang  juri Hafiz Indonesia sejak 3 tahun lalu, merupakan perempuan kelahiran Makkah pada tanggal 15 April tahun 1992.

Kedekatannya dengan Al-Qur’an sejak kecil yang sudah dibangun oleh kedua orang tuanya menjadikan perempuan 27 tahun itu mampu menghafalkan 30 juz Al-Qur’an diusia 17 tahun.



Kak Nabila tumbuh dan belajar di Mekkah, ia juga merupakan orang
Indonesia yang dipercaya untuk mengajarkan Al-Qur’an pada putri salah satu Imam
Masjidil Haram. Sungguh prestasi yang membanggakan. Baginya belajar dan mengajarkan
Al-Qur’an  adalah suatu kenikmatan yang
luar biasa.

Perempuan
yang lulusan Universitas Ummul Qura jurusan Syariah ini mendapatkan sosok pendamping hidupnya di
tahun 2013 dan melangsungkan akad pernikahannya di depan masjidil Haram pada
bulan April tahun 2013 silam dengan seorang pengasuh Pondok Pesantren Darul
Qur’an, ketapang Cipondoh, Tanggerang. Yakni Ustadz Slamet Ibnu Syam.

Profile Abi Amir
Faishol Fath

Sedangakan sosok Dr. Amir Faishol Fath MA atau yang sering disapa Abi Amir adalah seorang Da’i dan ahli tafsir Al-Qur’an yang lahir di Jawa Timur pada tanggal 15 Februari tahun 1967.

Abi Amir yang merupakan pimpinan Yayasan Fath
Qur’ani Center dan Lembaga Darul Tafsir Fath Institute merupakan lulusan
jurusan Tafsir Al-Qur’an S1 sampai S3 di International Islamic University
Islamabad (IIUI), Pakistan.

Kecintaan Al-Qur’an mempertemukan Abi  Amir dengan seorang perempuan bernama Hj. Dia Hidayati Usman MA yang merupakan dosen Ilmu Tafsir UIN  lulusan IIUI, Pakistan yang sekarang menjadi bidadari Abi Amir dan menjadi ibu dari ketiga anaknya.



Bergabungnya
Abi Amir sebagai juri Hafiz Indonesia bersamaan
dengan Syaikh Ali Jaber sejak tahun 2014 memberi warna kehangatan bagi
anak-anak peserta Hafiz Indonesia dari tahun ke tahunnya.

Meskipun
diusianya yang sudah menginjak 52 tahun, selain menjadi juri Hafiz Indonesia, Abi
Amir masih sangat aktif dalam dakwah yang terkhusus pada bidang kajian tafisir
di beberapa tempat di Jakarta.

Beberapa
tempat kajian tafsir dan hadist yang Abi isi  seperti yang berada di Masjid Baitul Hikmah
Elnusa pada hari Selasa di minngu pertama, Masjid Bank Syariah Mandiri Pusat setiap
Selasa minggu ke 2 dan 4, Masjid Indosat Pusat Selasa minggu ke 3, Masjid Hotel
Sultan Rabu minggu pertama : Masjid Indonesian Power Pusat Rabu minggu ke 3 :
Masjid PLN Gambir Kamis (setiap pekan) : Masjid Miftahul Jannah Ratu Prabu 2
(Conoco Philiphs), Sabtu minggu ke 1 dan ke 2 (Sesudah Subuh) Masjid Az Zahra
Gudang Peluru Ahad,  Masjid An Nur
(Perdatam) Senin ( Jam 14:30-20.00)  dan
masih banyak lagi.

Tak terlupakan, sosok juri Hafiz Indoneisa yang terakhir adalah Syeikh Abdul Karim Omar Al-Fatani Al-Makki  atau yang kita kenal dengan  Syekh Abd Karim yang merupakan sosok ulama besar di Timur Tengah (Mekkah) yang dilahirkan pada 29 Mac 1979 di Kota Suci Makkah Al-Mukaramah, Arab Saudi. Syekh Abd Karim

Sheikh
yang dilahirkan dan dibesarkan dengan mendapat pendidikan Al Quran di Masjid
Al-Haram dan boleh memperdengarkan bacaan Quran mengikut lebih daripada 15
suara pembaca AL Quran yang hebat-hebat. Kecintaannya Sheikh Abdul Karim kepada
Al-Qur’an bermula pada belajar dan mendalami talaqqi. Sehingga beliau dapat
hafiz Al-Quran pada usia 8 tahun.

Di
Masjidil Haram, Sheikh Abdul Karim sering mengikut ayahnya mempelajari dan
mendalami talaqqi dan tahfiz al-Quran di Masjid al-Haram. Sewaktu berusia 14
tahun, ia pernah menjadi Imam terawih di sebuah masjid di Toif, Mekah dan
berhasil menamatkan pendidikan Syariat Islam dari Universiti Al Azhar dan
mendapat beasiswa jurusan Tafsir dan Hadis di Universiti King Saud, Arad Saudi.

Berkebolehannya
beliau dalam meniru lebih 15 suara bacaan ayat suci al-Quran, termasuk Sheikh
Maasyari al-Afaasy dan Sheikh Maher Muaqliyy kemudian melanjutkan pelajarannya
di Masjid Abdullah bin Abbas di Taif , Mekah. Dan saat ini beliau, syeikh Abdul
Karim bertugas sebagai Imam di Masjid Negeri Sultan Salahudin, Shah Alam
Selangor.

Kepiawaian
Syeikh Abdul Karim dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan ketersohornya tidak
menjadikan ia lupa dengan asal usulnya yang mempunya kacukan darah Melayu di
Malaysia dan Thailand.  Belajar di
sekolah pondok di Pattani dan Thanawi di Maahad Darul Maarif , Thailand.

Begitu indahnya kandungan
dan ayat-ayat Al-Qur’an dan begitu benar janji Allah dan dapat tercontohkan
dari kehidupan para hafiz dan hafizah. Begitu besarnya karunia Allah kepada
mereka para penghafal, pencinta dan pengabdi Al-Qur’an, “Sesungguhnya Al-Qur’an
ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus ….(al-Isrâ`/17:9).

Bersama Syaamil Quran, membaca dan memahami Al-Qur’an jadi mudah dan menyenangkan.

Link Terkait